Mendiktisaintek: KSTI 2026 Kolaborasi Sains untuk Program Prioritas Nasional

  • 26 Jun 2026 17:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sarasehan Kebangsaan tahun ini mengangkat tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia".
  • Mendiktisaintek: KSTI 2026 Perkuat Kolaborasi Sains untuk Dukung Program Prioritas Nasional
  • Kolaborasi tersebut diharapkan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan utama dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan di Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta – Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto mengatakan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 bertujuan memperkuat kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, industri, masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan utama dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Brian saat pembukaan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di Hall B JICC, Jumat 26 Juni 2026. Menurut Brian, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar ilmu pengetahuan benar-benar menjadi kekuatan utama dalam mendukung pembangunan bangsa.

"Sarasehan yang diadakan pada hari ini merupakan rangkaian dari program KSTI tahun 2026 dengan tujuan menguatkan kolaborasi antara Pemerintah. Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Industri dan Masyarakat agar ilmu pengetahuan benar-benar menjadi kekuatan dalam pembangunan bangsa," kata Brian di Hall B JICC, Jumat 26 Juni 2026.

Ia menjelaskan, Sarasehan Kebangsaan tahun ini mengangkat tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia". Tema tersebut sejalan dengan arah pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Brian mengatakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama seluruh perguruan tinggi terus memperkuat peran kampus. Tentunya, sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai program prioritas nasional.

Menurutnya, sejak KSTI 2025 sejumlah kolaborasi riset telah dijalankan bersama berbagai kementerian dan lembaga. Di antaranya pengembangan genom pertanian dan varietas unggul untuk mengurangi ketergantungan impor bersama Kementerian Pertanian.

Selain itu, pengembangan teknologi pengolahan sampah dilakukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertahanan, Danantara, BRIN. Serta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Kerja sama lainnya mencakup riset bensin sawit, pengembangan kompor listrik. Serta kajian pembangkit listrik berkapasitas 100 gigawatt bersama Kementerian ESDM.

Di bidang kesehatan, Kemendiktisaintek bersama Kementerian Kesehatan mengembangkan riset vaksin tuberkulosis (TBC). Sekaligus memperkuat industri farmasi dan alat kesehatan nasional.

Kolaborasi juga dilakukan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui riset industri garam dan kapal nelayan listrik. Serta bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam pengembangan konsep kawasan dan hunian vertikal.

Sementara itu, peneliti dari berbagai perguruan tinggi turut terlibat dalam program Giant Sea Wall. Koordinasi itu di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah serta Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Brian menambahkan, para peneliti kampus juga berkontribusi dalam pengembangan industri semikonduktor nasional di bawah koordinasi Danantara. Pada akhir Sarasehan Kebangsaan, Kemendiktisaintek akan merumuskan rekomendasi peran perguruan tinggi guna mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional pemerintah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....