Literasi AI dan Keuangan, LAZISNU-Unilever Perkuat Perempuan Era Digital
- 06 Jun 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perkembangan teknologi menghadirkan banyak peluang sekaligus tantangan bagi perempuan di berbagai sektor kehidupan
- Perempuan membutuhkan ruang belajar yang aman untuk meningkatkan kapasitas dan kepercayaan dirinya
- Masih banyak kasus penipuan digital dan pinjaman online yang menjerat perempuan akibat minim literasi
RRI.CO.ID, Jakarta — NU Care-LAZISNU bersama Yayasan Unilever Indonesia menggelar program literasi digital dan keuangan bagi perempuan selama 2026. Program tersebut berlangsung sejak Februari hingga Mei dan menjangkau lebih dari 20 ribu peserta di dua provinsi.
Kegiatan dilaksanakan secara daring dan tatap muka pada sebelas titik yang tersebar di Jawa Timur hingga Lampung. Peserta berasal dari kalangan pelajar mahasiswi santri putri guru ibu rumah tangga hingga perempuan pekerja profesional.
Wakil Direktur Fundraising Humas dan IT NU Care-LAZISNU Anik Rifqoh mengatakan, program tersebut menjawab kebutuhan perempuan saat ini. Peserta dibekali pemahaman kecerdasan buatan literasi digital serta kemampuan mengelola keuangan secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Anik perkembangan teknologi menghadirkan banyak peluang sekaligus tantangan bagi perempuan di berbagai sektor kehidupan. Karena itu kemampuan memahami teknologi perlu diperkuat agar perempuan mampu memanfaatkannya secara aman dan produktif.
Ia menjelaskan perempuan sering menjadi sasaran berbagai kejahatan digital yang terus berkembang semakin kompleks belakangan. Ancaman tersebut mulai dari hoaks penipuan daring teror media sosial hingga jeratan pinjaman online merugikan.
"Program ini hadir untuk membantu perempuan memahami teknologi secara aman produktif dan bertanggung jawab menghadapi tantangan digital. Kami ingin peserta mampu memanfaatkan teknologi sekaligus melindungi diri dari berbagai risiko yang muncul," ujarnya dalam siaran pers tertulis, Sabtu, 6Juni 2026.
Anik menambahkan, perempuan memiliki peran penting sebagai madrasah pertama dalam membentuk karakter dan pengetahuan anak. Karena itu pemahaman mengenai AI dan literasi digital menjadi bekal penting bagi keluarga masa kini.
Selain literasi digital peserta juga memperoleh materi pengelolaan keuangan sederhana yang mudah diterapkan sehari-hari. Materi tersebut membantu peserta mengatur pengeluaran menentukan prioritas kebutuhan serta menghindari keputusan finansial yang merugikan.
Salah seorang peserta asal Tulang Bawang Barat Lampung Noviawati mengaku mendapatkan banyak manfaat dari program tersebut. Menurutnya materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan perempuan dalam menghadapi perkembangan teknologi yang pesat.
"Terima kasih kepada NU Care-LAZISNU dan Unilever yang telah menyediakan ruang belajar sangat bermanfaat bagi kami. Pengetahuan ini membantu mendampingi anak mencari informasi serta menghindari hoaks dan penipuan digital," katanya.
Pelaksana Tugas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung Utara Sundari mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai perempuan membutuhkan ruang belajar yang aman untuk meningkatkan kapasitas dan kepercayaan dirinya.
Menurut Sundari perempuan masih rentan menjadi korban kekerasan maupun berbagai bentuk kejahatan di ruang digital. Karena itu edukasi mengenai teknologi dan literasi keuangan perlu terus diperluas kepada masyarakat luas.
Sementara itu Sekretaris PCNU Kota Metro Lampung Agus Setiawan menilai program tersebut sangat membantu perempuan. Ia menyebut masih banyak kasus penipuan digital dan pinjaman online yang menjerat perempuan akibat minim literasi.
Program Perempuan PandAI dan Berdaya diharapkan mampu memperluas akses pengetahuan digital bagi perempuan Indonesia. Melalui pemahaman AI dan keuangan perempuan diharapkan semakin mandiri kritis serta siap menghadapi era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....