Esa Unggul Buka Jalur Gelar AS
- 05 Jun 2026 06:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Universitas Esa Unggul meluncurkan International College
- Bekerja sama dengan Arizona State University (ASU) dan Cintana Education
- Mahasiswa bisa mengikuti program dual degree 3+1.
- Tersedia program Magister Terakselerasi 4+1.
- Awalnya dibuka untuk Teknologi Informasi, Manajemen, Komunikasi Massa, dan Teknik Industri.
KBRN, Jakarta - Universitas Esa Unggul meluncurkan International College di Global Innovation Hub Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juni 2026. Program ini membuka akses pendidikan internasional melalui kerja sama dengan Arizona State University (ASU), Amerika Serikat.
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari inisiatif "Powered by ASU" yang dikembangkan bersama Cintana Education. Program ini dirancang menghadirkan pengalaman belajar global bagi mahasiswa Indonesia.
Rektor Universitas Esa Unggul, Arief Kusuma Among Praja mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah memperluas akses pendidikan internasional. Menurutnya, mahasiswa Indonesia harus memiliki daya saing global tanpa harus meninggalkan tanah air.
"Melalui kolaborasi kami dengan Arizona State University, pendidikan kelas dunia menjadi lebih mudah diakses di Indonesia. Kami ingin membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik global," kata Arief.
Ia mengatakan perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, Universitas Esa Unggul terus memperkuat kerja sama internasional dan pembelajaran berbasis inovasi.
Salah satu program yang ditawarkan adalah jalur gelar ganda atau dual degree 3+1. Mahasiswa menempuh tiga tahun studi di Universitas Esa Unggul dan satu tahun di Arizona State University.
Lulusan program tersebut akan memperoleh gelar dari kedua perguruan tinggi. Saat ini program tersedia untuk bidang Teknologi Informasi dan direncanakan diperluas ke program studi lainnya.
Selain itu tersedia program Magister Terakselerasi 4+1. Jalur ini memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana di Indonesia dan melanjutkan program magister Arizona State University dengan tambahan satu tahun studi.
Program tersebut saat ini tersedia untuk bidang manajemen, komunikasi massa, dan teknik industri. Mahasiswa juga dapat memilih jalur sertifikat pascasarjana yang kreditnya dapat dikonversi ke program magister.
Pendiri dan Ketua Cintana Education, Doug Becker mengatakan kemitraan tersebut memperluas akses pendidikan global bagi mahasiswa Indonesia. Menurutnya, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman internasional sekaligus tetap terhubung dengan kebutuhan industri nasional.
"Universitas Esa Unggul menunjukkan bagaimana institusi dapat menggabungkan kekuatan lokal dengan inovasi global. Model ini menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan bermakna bagi mahasiswa," ucapnya.
Ia menilai pendidikan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan dunia yang semakin terhubung. Karena itu, kerja sama lintas negara menjadi semakin penting dalam menyiapkan lulusan masa depan.
Sementara itu, Wakil Presiden Inisiatif Akademik Global Arizona State University, Julia Rosen mengatakan kerja sama tersebut membuka jalur baru bagi mahasiswa Indonesia. Menurutnya, pendidikan global kini dapat diakses lebih luas melalui model pembelajaran yang fleksibel.
"Ini adalah tonggak penting bagi pendidikan tinggi Indonesia. Kami ingin membantu mahasiswa memperoleh akses terhadap pendidikan global yang berkualitas dan relevan," ucap Rosen.
Menurutnya, model tersebut dirancang untuk mencetak lulusan yang kompetitif dan adaptif. Mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi pemimpin di tengah perubahan global yang berlangsung cepat.
Selain meluncurkan International College, Universitas Esa Unggul juga memperkenalkan Global Innovation Hub sebagai pusat pembelajaran berbasis inovasi. Fasilitas tersebut dirancang untuk mempertemukan dunia akademik, teknologi, dan industri dalam satu ekosistem pembelajaran.
Global Innovation Hub dilengkapi ruang kelas digital, laboratorium inovasi dan teknologi, serta ruang kolaborasi industri. Mahasiswa juga didorong belajar melalui pendekatan pemecahan masalah dan proyek yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui program "Powered by ASU", mahasiswa Universitas Esa Unggul memperoleh akses ke kurikulum yang selaras dengan Arizona State University. Mahasiswa juga dapat mengikuti pembelajaran virtual yang dipandu dosen dan pakar dari ASU.
Selain itu, mahasiswa memperoleh akses terhadap sertifikasi di bidang kecerdasan buatan, inovasi, kewirausahaan, dan keberlanjutan. Kampus menyebut fasilitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik mahasiswa.
Arizona State University dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi inovatif di Amerika Serikat. Universitas tersebut menempati peringkat pertama kategori sekolah paling inovatif versi U.S. News & World Report selama sebelas tahun berturut-turut.
Universitas Esa Unggul berharap kehadiran International College dan Global Innovation Hub dapat memperluas akses pendidikan global bagi mahasiswa Indonesia. Kampus juga menargetkan lahirnya lulusan yang memiliki kompetensi internasional dan siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....