Dari Rafflesia hingga Nepenthes, BRIN Temukan Beragam Flora Baru Indonesia

  • 26 Mei 2026 12:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dari jumlah tersebut, sebanyak 712 di antaranya merupakan flora
  • Sepanjang 2025 hingga awal 2026, sedikitnya 29 jenis flora baru Indonesia berhasil dideskripsikan secara ilmiah oleh para peneliti dan kolaborator
  • BRIN mencatat sejak 1967 hingga 2025, peneliti BRIN bersama mitra nasional dan internasional berhasil menemukan 1.583 spesies baru

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengungkap berbagai spesies flora baru dari sejumlah wilayah Indonesia. Penemuan tersebut berasal dari beragam kelompok tumbuhan, mulai dari Rafflesia hingga anggrek yang memperlihatkan besarnya potensi biodiversitas nasional.

Pengungkapan flora baru itu disampaikan dalam kegiatan “BRIN Goes to Stakeholders and Society: Exposing New Species – Flora” di Auditorium Gedung BJ Habibie, Jakarta, Senin, 25 Mei 2025. Kegiatan tersebut menjadi bagian upaya BRIN menghadirkan hasil riset biodiversitas kepada masyarakat secara lebih edukatif dan komunikatif.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria mengatakan, Indonesia sebagai negara megabiodiversitas memiliki tanggung jawab besar menjaga kekayaan hayatinya. Menurutnya, penemuan spesies baru bukan sekadar capaian akademik, tetapi bagian penting perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

“Setiap spesies baru yang ditemukan adalah pengetahuan baru bagi dunia sekaligus pengingat bahwa Indonesia memiliki kekayaan hayati luar biasa yang harus dijaga bersama,” kata Arif Satria dalam siaran pers tertulis dikutip dalam laman brin.go.id, Selasa, 26 Mei 2026.

BRIN mencatat sejak 1967 hingga 2025, peneliti BRIN bersama mitra nasional dan internasional berhasil menemukan 1.583 spesies baru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 712 di antaranya merupakan flora.

Sementara sepanjang 2025 hingga awal 2026, sedikitnya 29 jenis flora baru Indonesia berhasil dideskripsikan secara ilmiah oleh para peneliti dan kolaborator. Berbagai flora tersebut berasal dari kelompok Rafflesia, Begonia, Homalomena, Rhododendron, Nepenthes, hingga anggrek atau Orchidaceae.

Penemuan itu tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan menunjukkan masih besarnya potensi biodiversitas yang belum sepenuhnya terungkap. Arif menegaskan proses penemuan spesies baru membutuhkan tahapan ilmiah panjang dan kompleks.

Menurutnya, penelitian dilakukan mulai dari ekspedisi ke kawasan hutan dan wilayah terpencil hingga analisis morfologi dan molekuler. Setelah itu, hasil penelitian dipublikasikan melalui jurnal internasional sebagai pengakuan ilmiah global.

“Penemuan spesies baru tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan dedikasi para peneliti, kerja lapangan yang berat, serta dukungan riset yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain menjadi ajang diseminasi ilmiah, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat kolaborasi antara BRIN, kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, NGO konservasi, hingga kebun raya. Kolaborasi dinilai penting untuk mendukung konservasi biodiversitas Indonesia berbasis ilmu pengetahuan.

Arif menilai tantangan konservasi biodiversitas semakin kompleks akibat perubahan penggunaan lahan, perubahan iklim, polusi, spesies invasif, hingga eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan. Kondisi tersebut menyebabkan banyak spesies terancam punah bahkan sebelum dikenali secara ilmiah.

“Karena itu, riset biodiversitas harus menjadi bagian dari agenda strategis nasional. Kita tidak hanya berbicara tentang konservasi tumbuhan, tetapi juga tentang menjaga sumber pengetahuan, ketahanan ekosistem, dan masa depan generasi mendatang,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....