QuranTime, Solusi Cara Cek Waktu Salat dan Penentu Arah Kiblat
- 24 Mei 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Cara Cek Waktu Salat dan Menentukan Arah Kiblat dengan QuranTime
QuranTime, Solusi Cara Cek Waktu Salat dan Penentu Arah Kiblat
RRI.CO.ID, Jakarta - Anda mau salat, tapi tidak mengetahui arah kiblat yang benar?. Situasi ini sering dialami saat sedang berpergian, pindahan, menginap di hotel, atau tiba di tempat yang belum familiar.
QuranTime hadir untuk menjawab kebutuhan ibadah digital yang semakin praktis dan cepat. Platform ini menggabungkan konverter Hijriah, jadwal sholat, dan kompas kiblat dalam satu layanan.
Banyak pengguna internet masih membuka beberapa tab untuk kebutuhan ibadah sederhana sehari-hari. Mereka biasanya memeriksa tanggal Hijriah, jadwal sholat, dan arah kiblat secara terpisah.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan fokus saat menjalankan ibadah harian. QuranTime mencoba menyederhanakan kebutuhan tersebut melalui layanan berbasis web tanpa instalasi aplikasi.
Pengguna juga tidak perlu membuat akun atau menghadapi iklan saat menggunakan layanan. Pencarian konverter kalender Islam sebenarnya sudah tersedia dalam banyak pilihan platform digital.
Namun, pengguna sering membutuhkan layanan tambahan setelah proses konversi selesai dilakukan. Sebagian pengguna juga masih harus membuka aplikasi lain untuk mengecek arah kiblat terbaru.
Jadwal salat juga kerap berada di platform berbeda dengan pembaruan yang tidak seragam. Pengguna harus berpindah aplikasi hanya untuk memenuhi kebutuhan ibadah dasar.
Konverter berbasis aplikasi juga dianggap memiliki masalah pembaruan sistem berkala. Aplikasi sering diunduh sekali, lalu jarang diperbarui oleh penggunanya.
Padahal, perhitungan jadwal sholat membutuhkan data lokasi yang selalu akurat dan terbaru.Karena berbasis web, QuranTime selalu berjalan menggunakan versi sistem paling terkini.
Cara Kerja Kalender Hijriah
Kalender Hijriah mengikuti siklus bulan, bukan matahari. Satu tahunnya hanya 354-355 hari, sekitar 10-11 hari lebih pendek dari kalender Gregorian.
Itulah kenapa Ramadan bisa jatuh di bulan April satu tahun, lalu di Maret beberapa tahun berikutnya.
Kerumitan bertambah dari perbedaan metode penentuan awal bulan.
Ada yang pakai rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung bulan sabit, ada yang pakai hisab atau perhitungan astronomi.
QuranTime menggunakan perhitungan astronomi yang diakui internasional, sambil memberi catatan jujur bahwa tanggal Islam bisa berbeda satu hari. Detail kecil ini yang membedakannya dari konverter yang cuma lempar hasil tanpa penjelasan.
Cara Pakai Konverter Kalender Islam di QuranTime
Buka qurantime.net dari browser mana pun. Cari fitur Islamic Calendar Converter, pilih arah konversi: Hijriah ke Gregorian atau sebaliknya.
Anda lalu bisa masukkan tanggal, dan hasilnya muncul langsung. Untuk jadwal salat dan kiblat, anda harus izinkan akses lokasi saat browser meminta. Satu izin itu saja sudah cukup.
Kalau tidak sengaja ditolak, masuk ke pengaturan browser, cari qurantime.net, dan aktifkan izin lokasi dari sana. QuranTime mendukung beberapa metode perhitungan: standar Kemenag Indonesia, Umm al-Qura, hingga Muslim World League.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....