Astronaut ISS Teliti Bakteri Pneumonia di Lingkungan Luar Angkasa

  • 14 Mei 2026 14:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Astronot Ekspedisi 74 di International Space Station meneliti bakteri Streptococcus pneumoniae untuk memahami dampaknya terhadap kerusakan jantung jangka panjang.
  • Lingkungan mikrogravitasi membuat bakteri lebih ganas, sehingga membantu ilmuwan menemukan respons seluler dan potensi target baru untuk pengobatan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Astronaut Ekspedisi 74 di Stasiun Luar Angkasa Internasional tengah meneliti bakteri pneumonia memicu kerusakan jangka panjang pada jantung. Uniknya, penelitian ini memanfaatkan lingkungan di luar angkasa.

Mereka mengamati respons jaringan jantung yang dikembangkan dari sel punca terhadap infeksi bakteri. Hal ini guna menemukan metode baru dalam menangani penyakit kardiovaskular dan infeksi.

Di luar angkasa, bakteri diketahui menjadi lebih ganas dan memiliki ketahanan obat yang lebih tinggi. Kondisi ini dimanfaatkan para ilmuwan untuk memperbesar dampak infeksi pada sel jantung.

Sehingga, respons seluler yang sulit terdeteksi di Bumi dapat terlihat lebih jelas. Dengan memahami faktor yang memperparah infeksi di ruang angkasa, peneliti berharap dapat menemukan target baru untuk pengobatan.

Salah satu fokus utama penelitian adalah bakteri Streptococcus pneumoniae. Bakteri ini merupakan penyebab utama pneumonia komunitas yang setiap tahun merenggut jutaan nyawa.

Penelitian ini juga dinilai penting untuk mendukung misi luar angkasa jangka panjang. ISS sendiri telah digunakan untuk mempelajari respons tubuh manusia dan mikroorganisme di lingkungan mikrogravitasi.

Temuan dari riset ini diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan astronot dalam perjalanan jauh. Sekaligus membuka peluang pengembangan terapi baru bagi penyakit di Bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....