Festival Raksha Loka: Solusi Akar Rumput Atasi Krisis Iklim Global

  • 12 Mei 2026 01:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Program GEF SGP (Global Environment Facility-Small Grants Programme) Indonesia menyelenggarakan Festival Raksha Loka di M-Bloc Space, Jakarta Selatan, pada 22-23 Mei 2026.

Festival bertajuk “Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan di Masa Depan” ini merupakan selebrasi.

Selain selebrasi juga ruang amplifikasi atas keberhasilan inisiatif pemulihan ekosistem berbasis komunitas. Yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir dalam fase Operational Phase 7 (OP7).

Sejak Juli 2022, GEF SGP Indonesia bersama 86 mitra lokal telah bekerja di empat bentang alam strategis. Yakni: DAS Bodri (Jawa Tengah), DAS Balantieng (Sulawesi Selatan), Gorontalo (Wilayah Penyangga SM Nantu & Tahura BJ Habibie), serta Pulau Sabu Raijua (NTT).

Upaya kolektif ini telah berhasil memulihkan ekosistem. Dari ancaman deforestasi, krisis air bersih, hingga degradasi pesisir.

“Festival Raksha Loka bukan sekadar seremoni penutupan program. Ini adalah pernyataan kolektif bahwa solusi nyata terhadap krisis iklim telah tersedia dan lahir dari rahim komunitas lokal Indonesia,” ujar Sidi Rana Menggala, PhD, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia.

“Kami ingin membangun jembatan strategis yang menghubungkan aksi di tingkat tapak dengan kebijakan di tingkat nasional.” Sorotan Utama Festival Raksha Loka salah satunya mengenai Musyawarah Belajar Mitra (MBM).

Sesi inti di mana perwakilan komunitas dari pelosok Nusantara berbagi pengetahuan. Tentang konservasi air, rumah ikan di NTT, inovasi energi terbarukan di Sulawesi, hingga pertanian alami di Gorontalo.

Adapula fokus Peluncuran Inovasi & Pengetahuan: Peluncuran buku kearifan lokal, basis data pengetahuan lokal “Akal Lokal”. Serta peluncuran program BUMI (Bantuan Usaha Melalui Investasi) sebagai model pendanaan berkelanjutan pasca-hibah.

Nantinya akan ada dialog inklusif, diskusi panel lintas isu, mulai dari keterkaitan krisis iklim dengan keadilan gender, ketahanan pangan berbasis pangan lokal. Hingga peran masyarakat urban dalam menjaga biodiversitas.

Akan ada pula pameran dan bazaar hijau. Di mana akan menampilkan produk-produk UMKM mitra binaan, demo masak pangan lokal, pameran foto, dan instalasi teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.

Festival ini dirancang dengan prinsip zero waste (minim sampah) dan mengundang spektrum audiens yang luas. Mulai dari generasi muda, aktivis, akademisi, sektor swasta, hingga pengambil kebijakan.

“Kami percaya bahwa masyarakat memiliki kapasitas besar untuk mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam mereka sendiri secara bertanggung jawab. Ketika komunitas menjadi penggerak utama, keberlanjutan lingkungan dan peningkatan taraf hidup ekonomi akan berjalan beriringan,” kata Sidi Rana Menggala.

Melalui Festival Raksha Loka, GEF SGP Indonesia berharap praktik-praktik baik yang telah teruji ini dapat direplikasi di wilayah lain dan mendapatkan dukungan kebijakan. Serta pendanaan yang lebih luas dari berbagai pihak demi kelestarian bumi dan generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....