Kemendikbudristek Atasi Perundungan Melalui Roots Indonesia

  • 19 Mei 2023 02:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menyelenggarakan program Roots Indonesia Anti Perundungan. Program ini merupakan kerja sama Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) dengan Unicef Indonesia serta Direktorat SMP, SMA, dan SMK Kemendikbudristek.

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, Indonesia memiliki urgensi besar untuk mengatasi perundungan di lingkungan satuan pendidikan secara efektif dan berkelanjutan. Karenanya, lanjut Nadiem, program Roots ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi persoalan perundungan.

"Program ini sebagai sebuah gerakan dan upaya ini harus kita lakukan bersama. Pendidikan yang maju berawal dari sekolah yang bebas dari kekerasan,” kata Nadiem dalam keterangan tertulis, Kamis (18/5/2023).

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mendukung sekolah yang melakukan program Roots. Selain itu warga sekolah harus berkolaborasi mencegah dan menangani tindak kekerasan.

"Bahkan orang tua harus menciptakan lingkungan rumah yang aman dan mendorong anak-anak menjadi agen perubahan. Sedangkan untuk masyarakat sekitar harus bergotong royong melindungi anak dari kekerasan," kata Nadiem, menegaskan.

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti berharap dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota dapat mengembangkan program tersebut di daerah masing-masing. Sehingga dapat terus berjalan, berkelanjutan, dan disebarluaskan pada satuan pendidikan lainnya.

“Semoga kita dapat bersama menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, berkebinekaan, dan aman bagi semua. Mari bersama atasi perundungan,” ucap Suharti.

Sementara itu, Kepala Puspeka Kemendikbudristek, Rusprita Putri Utam mengatakan dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota berperan penting sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap pembinaan dan pengembangan pendidikan di daerahnya masing-masing. Kemendikbudristek bersama dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota memiliki tujuan bersama untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari tindakan perundungan.

“Melalui kegiatan ini, kita juga sekaligus ingin mensosialisasikan dan mengkoordinasikan rencana program Roots Indonesia. Khususnya di satuan pendidikan jenjang SMP, SMA, dan SMK tahun 2023 yang akan segera kita laksanakan mulai bulan Mei ini,” kata Rusprita.

Program Roots sejak 2021 telah dilakukan pendampingan kepada 7.369 sekolah jenjang SMP dan SMA/ SMK yang berasal dari 489 kabupaten/ kota di 34 provinsi di Indonesia. Program tersebut juga telah melatih 13.754 fasilitator guru anti-perundungan di jenjang SMP dan jenjang SMA/SMK.

Sementara berdasarkan data hasil monitoring program Roots tahun 2021, telah terbentuk 43.442 siswa agen perubahan anti-perundungan. Di mana mereka berperan untuk menyebarkan pesan dan perilaku baik di lingkungan sekolah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....