NASA Gandeng Microchip Technology Inc., Bikin Chip Terbaru untuk Misi Antariksa

  • 10 Mei 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Teknologi High-Performance Spaceflight Computing mampu meningkatkan kapasitas komputasi hingga 100 kali lipat, mendukung misi luar angkasa yang lebih kompleks dan otonom.
  • Dikembangkan bersama Microchip Technology Inc., teknologi ini tak hanya untuk antariksa, tetapi juga berpotensi digunakan di berbagai sektor di Bumi seperti otomotif, AI, dan sistem energi.

RRI.CO.ID, Virginia – NASA bersama mitra industri terus mengembangkan teknologi komputasi mutakhir untuk mendukung misi luar angkasa generasi berikutnya. Mereka menghadirkan inovasi baru bertajuk High-Performance Spaceflight Computing.

Teknologi ini menawarkan lompatan besar dalam kemampuan pemrosesan data di wahana antariksa. Mengutip laman resminya, Minggu, 10 Mei 2026, NASA menjalin kemitraan dengan Microchip Technology Inc.

Pengembangan teknologi komputasi luar angkasa sendiri telah dimulai sejak era Apollo program. Ini melalui Apollo Guidance Computer yang berperan penting dalam navigasi dan kendali misi ke Bulan.

Sejak saat itu, prosesor tahan radiasi menjadi tulang punggung berbagai misi. Termasuk pengoperasian rover di Mars, satelit orbit, kapsul, hingga teleskop antariksa.

Namun, meningkatnya kompleksitas dan durasi misi masa depan menuntut kemampuan komputasi yang lebih tinggi, otonomi, serta ketahanan sistem. Sistem-on-chip generasi terbaru ini memberikan lebih dari 100 kali peningkatan kapasitas komputasi dibandingkan prosesor ruang angkasa saat ini.

Teknologi ini mengintegrasikan fungsi komputasi dan jaringan dalam satu perangkat, sehingga mampu menekan konsumsi daya dan biaya sistem. Arsitekturnya yang fleksibel juga memungkinkan efisiensi energi, dengan mematikan fungsi yang tidak digunakan selama operasi misi.

Prosesor ini hadir dalam beberapa varian. Termasuk versi tahan radiasi untuk misi luar angkasa ke Bulan dan Mars, serta versi satelit orbit rendah Bumi.

Dengan dukungan konektivitas berbasis Ethernet canggih, teknologi ini memungkinkan wahana memproses data dalam jumlah besar secara langsung. Sistem ini juga mengambil keputusan secara otonom, seperti mengendalikan rover atau memfilter data ilmiah secara real-time.

Selain untuk misi antariksa, teknologi ini juga memiliki potensi luas untuk diterapkan di Bumi. Contohnya, industri otomotif, penerbangan, elektronik, hingga kecerdasan buatan dan sistem energi.

Pengembangan teknologi ini dipimpin oleh Space Technology Mission Directorate. Program ini dilakukan melalui Game Changing Development di Langley Research Center serta Jet Propulsion Laboratory.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....