Prithvi NASA Sukses jadi Model Dasar Geospasial Berbasis AI Pertama di Orbit

  • 08 Mei 2026 10:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA berhasil mengoperasikan model AI geospasial Prithvi Geospatial di orbit.
  • Keberhasilan ini menjadi yang pertama di dunia dengan kemampuan deteksi banjir dan awan berbasis data dalam kurun 13 tahun.

RRI.CO.ID, Jakarta – NASA mencatat tonggak baru dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa. Model AI geospasial bernama Prithvi Geospatial menjadi model fondasi pertama yang berhasil dioperasikan langsung di orbit.

Mengutip laman resminya, ini merupakan hasil kerja sama University of Adelaide dan SmartSat Cooperative Research Centre. Mereka mengunggah versi terkompresi Prithvi ke satelit Kanyini milik pemerintah Australia Selatan serta ke payload IMAGIN-e di ISS.

Dalam pengujiannya, Prithvi menunjukkan kemampuan mendeteksi banjir dan awan pada dua platform orbit dan lingkungan komputasi yang berbeda. Model ini dilatih menggunakan data geospasial selama 13 tahun.

Prithvi kini mampu mendukung berbagai tugas observasi Bumi. Contohnya pemetaan wilayah banjir, pemantauan bencana, hingga prediksi hasil panen.

Peneliti utama proyek, Andrew Du, menjelaskan penggunaan model open-source seperti Prithvi sangat menghemat waktu dan sumber daya. Sementara itu, Kepala Data Sains NASA, Kevin Murphy, menilai keberhasilan ini menunjukkan keterbukaan teknologi untuk mempercepat inovasi ilmiah.

Prithvi sendiri dikembangkan bersama oleh NASA dan IBM. Mereka memanfaatkan data dari satelit Landsat milik NASA dan Sentinel-2 milik European Space Agency.

Model ini termasuk dalam kategori foundation model. Yakni AI yang dilatih dengan data dalam jumlah besar tanpa label untuk mengenali pola kompleks.

Ke depan, teknologi ini diproyeksikan dapat mengubah cara manusia berinteraksi dengan satelit. Para ilmuwan bahkan membuka kemungkinan penggunaan bahasa alami untuk berkomunikasi langsung dengan sistem di orbit.

NASA juga terus mengembangkan model AI terbuka lainnya. Termasuk model heliophysics bernama Surya yang dirilis pada 2025.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....