Psikolog Ingatkan Pentingnya Batasan Jelas dalam Pengasuhan Anak
- 27 Apr 2026 07:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Psikolog mengatakan pola asuh itu harus tegas dan nyata sehingga anak paham dan membedakan yang benar dan salah
- 2. Orang tua harus memberikan contoh baik secara verbal maupun perbuatan
- 3.Parenting adalah cara orang tua berinteraksi, membimbing, dan mendisiplinkan anak.
RRI.CO.ID, Jakarta- Psikolog Anak dan Keluarga, Prof Endang Widyorini mengatakan pola asuh anak sejak dini harus tegas, konsisten dan nyata. Orang tua harus memberikan pujian jika anak berperilaku adaptif dan mendapatkan respon positif dari lingkungan.
Penegasan itu terkait pola asuh seorang selebgram yang sempat menjadi perbincangan netizen karena dinilai kurang tegas. Selebgram tersebut hanya mengatakan 'No, no baby' kepada anak kendati anak sangat aktif di tempat umum.
“Parenting untuk anak usia dini, perlu tegas, konsisten, real dan nyata. Anak harus tau bahwa kalau perilakunya adaptif dan diterima orang tua, lingkungan mendapat respon positif maka diberi berupa pujian atau senyum,” kata Prof Endang kepada RRI.CO.ID, Minggu, 26 April 2026.
Menurut Prof Endang, jika orang tua hanya sekedar mengatakan ‘No’ tanpa ada aksi lain maka cenderung anak akan mengulang kesalahan yang sama. Anak tidak akan mengetahui perilaku yang baik dan sebaliknya.
“Kalau sekedar hanya ‘No’ tanpa diajari sebuah konsekwensi dari perilaku anak tersebut, anak akan cenderung mengulang. Anak tidak tau perilaku yang benar atau salah,” ujarnya.
Menurutnya orang tua harus memberi contoh nyata sehingga anak akan paham. Orang tua tidak hanya mengajari secara verbal namun juga ada aksi nyata.
“Orang tua harus mengajarkan perilaku adaptif, kalau hanya verbal anak tidak paham, anak secara kognitif baru paham hal yang real. Orang tua wajib memberi yang nyata supaya anak paham,” ujar Prof Endang menerangkan.
Gaya parenting, lanjut Endang, adalah cara orang tua berinteraksi, membimbing, dan mendisiplinkan anak. Pengaruh gaya parenting pada anak itu sangat besar karena menyentuh hampir semua aspek perkembangan yaitu emosi, perilaku, kognitif, hingga relasi sosial.
“Cara orang tua merespons anak akan membentuk model dunia anak. Bagaimana ia melihat diri sendiri dan orang lain. Di sini orang tua berfungsi sebagai kontrol perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....