Peneliti Temukan Cara Olah Data Komputer Lebih Hemat dengan Getaran Atom
- 20 Apr 2026 02:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Para fisikawan berhasil memindahkan momentum elektron secara langsung tanpa bantuan magnet melalui pemanfaatan getaran alami dari atom.
- Teknologi orbitronika memungkinkan pengolahan data komputer dilakukan menggunakan bahan-bahan melimpah serta murah seperti contohnya kristal kuarsa.
- Penemuan ilmiah terbaru ini menghasilkan efisiensi energi yang jauh lebih baik untuk mendukung pengembangan berbagai perangkat digital masa depan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Para fisikawan menemukan cara baru untuk mengolah data komputer secara lebih efisien lewat getaran atom. Tim ahli mengonfirmasi keberadaan perpindahan energi pada bahan material bukan magnet untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Para peneliti tersebut melaporkan temuan fenomena getaran atom yang sangat unik dalam publikasi di jurnal Nature Physics. Informasi terbaru mengenai teknologi tersebut diperkenalkan pada Kamis, 19 Februari 2026.
"Pembangkitan arus orbital biasanya memerlukan injeksi arus muatan ke logam transisi tertentu, dan banyak dari elemen ini sekarang diklasifikasikan sebagai bahan kritis," kata Dali Sun.
Dali Sun yang merupakan fisikawan dari North Carolina State University Amerika Serikat menyatakan material alternatif tersedia cukup banyak. Teknologi orbitronika masa depan nantinya tidak perlu lagi memakai bahan material mahal yang saat ini sudah semakin langka.
"Kita tidak butuh magnet. Kita tidak butuh baterai. Kita tidak butuh voltase. Kita hanya butuh bahan dengan fonon kiral," ujar Valy Vardeny.
Profesor dari Universitas Utah tersebut mengungkapkan bahwa penemuan ilmiah ini merupakan bidang baru yang sangat luar biasa. Material berupa kristal kuarsa kini bisa mengontrol gerakan elektron dengan pola ulir layaknya sebuah alat pemutar.
Partikel di dalam benda padat kiral cenderung bergoyang secara alami dalam pola melingkar ke kanan atau kiri. Gerakan tersebut memicu perpindahan energi momentum secara langsung ke jalur elektron yang sedang mengitari bagian inti suatu atom.
"Meskipun materialnya sendiri tidak bersifat magnetis, keberadaan fonon kiral memberi kita tuas magnet untuk ditarik," ucap Rikard Bodin.
Rikard Bodin merupakan kandidat doktor fisika yang turut melakukan pengukuran kemagnetan kristal di negara bagian Florida, Amerika Serikat. Pemanfaatan fenomena getaran ini di masa depan dipercaya dapat membuat konsumsi listrik pada sebuah perangkat menjadi sangat hemat.
Tim gabungan mengamati adanya aliran arus yang stabil setelah melaporkan rilis data tersebut melalui serangkaian bantuan eksperimen laser. Sinyal listrik tersebut akhirnya muncul secara otomatis melalui bantuan lapisan logam berupa material tungsten serta logam titanium.
Teknologi tersebut nantinya dapat bekerja maksimal pada material seperti elemen selenium hingga kristal khusus bernama telurium. Bahan hibrida organik berupa perovskit juga mampu mempertahankan arus momentum sudut elektron dalam jangka waktu yang cukup lama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....