Literasi Jalan, Kunci Keselamatan Siswa saat Bersepeda Sekolah
- 08 Apr 2026 04:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Transisi tersebut adalah langkah positif namun memerlukan kesiapan infrastruktur jalan yang memadai untuk menjamin keamanan siswa.
- Faktor keselamatan merupakan aspek krusial yang tidak boleh diabaikan pemerintah dalam menerapkan kebijakan transportasi hijau.
- Momentum tepat bagi pemerintah untuk menyediakan fasilitas pendukung yang fungsional bagi para pesepeda harian.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pegiat Bike to Work, Wirawan Dwi, memaparkan fenomena kebijakan penghematan bahan bakar melalui imbauan bersepeda bagi siswa sekolah. Menurutnya, transisi tersebut adalah langkah positif namun memerlukan kesiapan infrastruktur jalan yang memadai untuk menjamin keamanan siswa.
Wirawan menerangkan bahwa faktor keselamatan merupakan aspek krusial yang tidak boleh diabaikan pemerintah. Terutama dalam menerapkan kebijakan transportasi hijau.
"Orang tua harus memberikan pendampingan intensif agar anak memahami etika berkendara. Juga diharapkan mampu berinteraksi dengan pengguna jalan lain," kata Wirawan Dwi kepada PRO3 RRI.
Wirawan menggarisbawahi bahwa minat bersepeda masyarakat perkotaan saat ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dibandingkan periode sebelum pandemi. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan momentum tepat bagi pemerintah untuk menyediakan fasilitas pendukung yang fungsional bagi para pesepeda harian.
"Bayangan kerumitan mengenai keringat dan rasa lelah sebenarnya hanyalah persepsi yang akan hilang jika sudah rutin dilakukan," ucap dia. Bukan hanya itu, Wirawan menandaskan bahwa integrasi jalur sepeda pada kota besar masih sering terputus dan tidak sinkron.
Dia menilai bahwa otoritas pemerintah daerah juga harus ikut bertanggung jawab karena membiarkan jalur khusus sepeda beralih fungsi. "Jalur sepeda seharusnya tetap steril dari aktivitas parkir liar maupun pedagang kaki lima demi kenyamanan dan keselamatan pengguna," kata Wirawan.
Sosok aktivis ini juga membeberkan bahwa jarak tempuh antara rumah dan sekolah menjadi pertimbangan logis dalam penerapan kebijakan. Menurutnya, batasan jarak ideal bagi anak sekolah adalah maksimal lima kilometer agar kondisi fisik mereka tetap terjaga baik.
Wirawan juga menitikberatkan pentingnya pemenuhan amanat undang-undang oleh pemerintah untuk melindungi seluruh pengguna jalan tanpa terkecuali secara adil. Dikabarkan sebelumnya, kebijakan efisiensi Bahan Bakar Minyak (BBM) tengah digalakkan, anjuran bagi pelajar untuk bersepeda ke sekolah mulai menjadi sorotan publik.
Pada praktiknya, penerapan aturan ini dinilai belum berjalan maksimal di tingkat sekolah. Meskipun informasi mengenai anjuran bersepeda sudah banyak beredar di media massa.
Tetapi sosialisasi secara resmi dari pihak sekolah masih tergolong minim. Faktor lainnya, jumlah siswa yang membawa sepeda ke sekolah saat ini masih sangat sedikit.
Selain karena kebiasaan, tantangan fisik seperti rasa lelah saat tiba di sekolah menjadi pertimbangan utama siswa. Untuk lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor yang dianggap lebih hemat energi bagi pengendaranya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....