Standardisasi Plug dan Socket Percepat Adopsi Kendaraan Listrik Roda Dua
- 06 Apr 2026 08:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN, Eka Rahman Priandana, memaparkan pentingnya standardisasi plug dan socket sebagai salah satu komponen utama percepatan adopsi kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua di Indonesia.
- Hambatan utama adopsi kendaraan listrik, baik secara global maupun nasional, adalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya, tingginya biaya baterai, serta kekhawatiran pengguna terhadap jarak tempuh (range anxiety).
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN, Eka Rahman Priandana, memaparkan pentingnya standardisasi plug dan socket sebagai salah satu komponen utama percepatan adopsi kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua di Indonesia.
Eka menjelaskan salah satu hambatan utama adopsi kendaraan listrik, baik secara global maupun nasional, adalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya, tingginya biaya baterai, serta kekhawatiran pengguna terhadap jarak tempuh (range anxiety). Di Indonesia, tantangan tersebut diperparah oleh masih terbatasnya investasi pada infrastruktur penukaran baterai maupun pengisian cepat.
“Saat ini ada tiga tantangan kendaraan listrik, yakni infrastruktur stasiun daya yang masih sedikit, kedua biaya baterai yang mahal. Dan ketiga adanya kekahawatian berkendara jarak jauh akibat stasiun daya yang sedikit tadi,” jelas Eka, pada program Kelas Periset BRIN Edisi XIV, melalui YouTube BRIN Indonesia, Rabu 1 April 2026.
Ia menyoroti model bisnis battery swapping yang saat ini berkembang menghadapi berbagai kendala, mulai dari kebutuhan investasi tinggi hingga skema berbagi keuntungan dengan penyedia listrik. Di sisi lain, tren teknologi menunjukkan pergeseran menuju kendaraan listrik roda dua dengan baterai tertanam berkapasitas besar (long range), yang memerlukan dukungan infrastruktur fast charging yang andal.
“Interoperabilitas menjadi kunci. Tanpa standar plug dan socket yang seragam, ekosistem pengisian daya tidak akan berkembang optimal,” ujar Eka. Menjawab tantangan tersebut, BRIN menginisiasi pengembangan standar nasional (SNI) untuk plug dan socket pengisian cepat KBLBB roda dua.
Desain yang diusulkan mengacu pada standar internasional IEC 62196-6, namun dengan penyesuaian karakteristik lokal. Menariknya, desain fisik plug terinspirasi dari bentuk perisai lambang Pancasila, sebagai representasi identitas nasional sekaligus penegasan bahwa teknologi ini merupakan karya anak bangsa.
Standardisasi ini diharapkan memberikan berbagai manfaat strategis, antara lain meningkatkan kompatibilitas antarperangkat, mendorong investasi stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), serta memperkuat tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Selain itu, pendekatan ini juga memungkinkan produsen kendaraan untuk berinovasi tanpa harus menyeragamkan desain baterai.
BRIN juga telah mengembangkan prototipe stasiun pengisian cepat roda dua, yakni SONIK R2, dengan kapasitas pengisian hingga 6,6 kW. Teknologi ini mampu memangkas waktu pengisian secara signifikan, bahkan hingga 20 menit untuk baterai berbasis LiFePO4.
Sistem ini dilengkapi berbagai fitur keselamatan dan telah mendukung integrasi dengan sistem manajemen berbasis protokol internasional. Dalam implementasinya, sistem pengisian ini memanfaatkan electric vehicle charge controller (EVCC) untuk menjembatani berbagai protokol komunikasi baterai dari beragam manufaktur, sehingga tetap menjamin interoperabilitas.
Saat ini, usulan standar plug dan socket tersebut tengah dibahas bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Teknis terkait. BRIN juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian, asosiasi industri, serta mitra swasta. Ke depan, tantangan utama terletak pada penerapan wajib standar nasional tersebut oleh produsen kendaraan listrik di Indonesia, serta upaya untuk mendorong standar ini diadopsi pada tingkat internasional.
Melalui inisiatif ini, BRIN menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi energi dan transportasi berkelanjutan berbasis riset dan inovasi, guna mempercepat terwujudnya ekosistem kendaraan listrik nasional yang terintegrasi dan kompetitif. (rm, yrt/ed: tnt)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....