Lebih Cepat dan Ramah Lingkungan, Metode Alternatif Mengola Limbah Air Ditemukan

  • 02 Apr 2026 12:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi baru untuk membersihkan air limbah yang tercemar logam berat, khususnya tembaga (Cu²⁺). Inovasi ini memanfaatkan karbon aktif yang dimodifikasi menggunakan iradiasi gamma dan bahan tambahan ramah lingkungan.

Aktivitas industri menjadi salah satu penyumbang utama limbah logam berat. Jika tidak ditangani dengan baik, kandungan seperti tembaga dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia karena bersifat toksik serta sulit terurai. Kondisi tersebut menuntut hadirnya solusi pengolahan air yang tidak hanya efektif, tetapi juga aman dan berkelanjutan.

Dalam penelitian ini, karbon aktif yang umumnya digunakan sebagai media penyaring air ditingkatkan performanya melalui proses modifikasi. Karbon aktif dicampur dengan surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES), bahan yang lebih mudah terurai dan lebih ramah lingkungan.

Kombinasi tersebut kemudian diproses menggunakan iradiasi gamma untuk memperbaiki struktur permukaan. Dengan begitu daya serapnya terhadap logam berat meningkat.

Hasil pengujian menunjukkan karbon aktif yang dimodifikasi mampu menyerap ion tembaga lebih cepat dan lebih efektif dibandingkan karbon aktif biasa. Kinerja optimal dicapai pada kontak 15 menit dengan dosis iradiasi gamma 10 kGy, menghasilkan kapasitas adsorpsi yang lebih tinggi.

Dhita Ariyanti, Dosen Poltek Nuklir sekaligus Ketua Tim Riset, menjelaskan inovasi ini diharapkan menjadi solusi praktis bagi pengolahan air limbah. “Kami mengembangkan metode untuk meningkatkan kemampuan karbon aktif dalam menyerap logam berat,” katanya.

“Hasilnya menunjukkan potensi yang baik untuk diterapkan dalam pengolahan air limbah karena prosesnya relatif cepat dan efisien.”

“Namun demikian, masih banyak ‘pekerjaan rumah’ yang harus diselesaikan demi meningkatkan performa penyerapan melalui inovasi teknologi radiasi.”

Ia menambahkan penggunaan surfaktan MES merupakan nilai tambah penting karena lebih aman bagi lingkungan dibandingkan dengan bahan kimia konvensional.

Sementara, Dosen Poltek Nuklir Deny Swantomo menjelaskan iradiasi gamma berperan penting dalam peningkatan kualitas material.

“Iradiasi gamma memungkinkan perubahan struktur material hingga tingkat mikro, sehingga karbon aktif memiliki lebih banyak ruang dan situs aktif untuk menangkap logam berat. Ini menunjukkan bahwa teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk mendukung solusi lingkungan,” ia menjelaskan.

Di samping efektivitas penyerapan yang meningkat, metode ini juga dinilai mampu menghemat waktu proses pengolahan air. Itu suatu keunggulan yang penting bagi sektor industri yang membutuhkan sistem cepat dan efisien.

Meski demikian, penelitian lanjutan masih terus dilakukan sebagai upaya penyempurnaan hasil yang dicapai.

Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih luas, baik untuk pengolahan limbah industri maupun produksi air bersih, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (kf, dk, mr/Ed: MM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....