Semburan Matahari Picu Gangguan Radio jelang Persiapan Peluncuran Artemis II
- 30 Mar 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Semburan Matahari kelas X1.4 memicu gangguan radio di Bumi dan melontarkan coronal mass ejection yang berpotensi mengarah ke Bumi.
- Aktivitas Matahari ini dipantau NASA karena dapat memengaruhi komunikasi radio dan persiapan peluncuran misi Artemis II ke Bulan.
RRI.CO.ID, Florida – Aktivitas Matahari yang kuat memicu gangguan komunikasi radio di Bumi menjelang persiapan peluncuran misi Artemis II milik NASA, Senin, 30 Maret 2026. Semburan matahari kelas X1.4 ini memicu pemadaman radio serta melontarkan awan partikel energi tinggi ke luar angkasa.
Menurut Space Weather Prediction Center milik NOAA, semburan tersebut mencapai puncaknya pada pukul 23.19 EDT (03.19 GMT). Peristiwa ini menyebabkan penurunan kualitas sinyal radio frekuensi tinggi (HF) secara luas di sisi Bumi yang sedang menghadap Matahari.
Semburan ini berasal dari wilayah aktif Matahari bernomor 4405. Yakni kelompok bintik Matahari yang memiliki struktur magnetik kompleks dan kini bergerak semakin menghadap ke arah Bumi.
Para ilmuwan memperkirakan aktivitas tersebut berpotensi memberikan dampak yang lebih langsung terhadap Bumi dalam beberapa hari ke depan. Selain semburan radiasi, peristiwa ini juga memicu coronal mass ejection (CME) atau lontaran massa korona yang bergerak cepat.
Sebagian material dari CME tersebut diperkirakan memiliki komponen yang mengarah ke Bumi. Di saat yang sama, NASA tengah mempersiapkan peluncuran Artemis II.
Peluncuran dijadwalkan paling cepat pada Rabu, 1 April 2026. Misi ini akan membawa empat astronaut yang akan menjalani perjalanan sekitar 10 hari mengelilingi Bulan.
Namun, meningkatnya aktivitas Matahari berpotensi memengaruhi persiapan misi jika kondisinya semakin intens. Saat ini, NASA sedang memantau perkembangan cuaca antariksa tersebut dengan cermat.
Semburan ini dapat berdampak pada komunikasi radio frekuensi tinggi maupun sangat tinggi, termasuk sistem komunikasi satelit. Kondisi ini menjadi perhatian penting terutama selama operasi peluncuran dan manuver awal pesawat ruang angkasa di orbit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....