Jose Rizal: 'Bit Arrangement' Tingkatkan Minat Publik ke Museum Sangiran
- 07 Mar 2026 11:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Sutradara Teater Jose Rizal Manua menilai teknik Bit Arrangement merupakan metode modern yang memperkaya cara penyajian informasi di museum Arkeologi Sangiran. Menurutnya, pendekatan kreatif tersebut dapat menumbuhkan minat publik, terutama generasi muda untuk mengenal situs Sangiran.
Ia menjelaskan, dengan penyajian yang lebih menarik dan ramah bagi semua kalangan, ia optimistis masyarakat akan semakin tertarik. Khususnya dalam mengunjungi dan memahami nilai sejarah yang dimiliki kawasan tersebut.
"Dengan pendekatan kreatif seperti ini, orang akan semakin tertarik datang ke Sangiran. Mereka bisa memahami bahwa Sangiran merupakan salah satu pusat penting dalam sejarah peradaban manusia yang pernah ada di Indonesia," katanya saat menghadiri Seminar Ilmiah – Eksibisi Karya: Menghidupkan Fosil Manusia Purba Menggunakan Bit Arrangement di Museum Arkeologi Sangiran, Teater Luwes IKJ, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Maret 2026.
Lebih lanjut, menurutnya, upaya memperkenalkan Sangiran juga perlu didukung dengan pemanfaatan media kreatif. Termasuk film dan konten digital, agar informasi tentang situs tersebut dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Ia menambahkan, film memiliki kekuatan untuk menghadirkan realitas sekaligus imajinasi yang dapat memperkaya cara masyarakat memahami sejarah. Melalui pendekatan visual tersebut, kisah peradaban manusia purba di Sangiran dapat disampaikan secara lebih hidup dan menarik bagi publik.
"Saya senang kalau kita bisa sama-sama memviralkan Sangiran. Viral itu bukan hanya sesuatu yang ada dalam bayangan, tetapi juga bisa dihadirkan melalui media film," ujarnya.
Tidak hanya itu, Dosen Film dan Teater IKJ, Sudibyo pun demikian. Menurutnya, gagasan yang ia tawarkan merupakan bagian dari upaya memperkuat program edukasi di Museum Arkeologi Sangiran.
Ia menjelaskan, pendekatan yang memadukan unsur seni dengan teknologi digital dapat menjadi strategi baru dalam menyampaikan informasi. Dengan cara tersebut, proses pembelajaran di museum tidak lagi bersifat konvensional, melainkan lebih interaktif dan mudah dipahami.
"Artinya apa yang saya tawarkan ini bagian dari program edukasi. Kita juga diberi ruang diskusi untuk melihat bagaimana tema yang disampaikan bisa menjadi program penting ke depan," ucapan, menjelaskan.
Ia menambahkan, integrasi antara seni, visualisasi, dan teknologi digital kekinian dapat menjadi langkah untuk membangun kepercayaan. Menurutnya, pendekatan kreatif tersebut mampu menjembatani informasi ilmiah dengan cara penyampaian yang lebih menarik dan relevan.
Ia berharap, kolaborasi antara dunia seni, teknologi, dan lembaga kebudayaan dapat terus dikembangkan. Dengan demikian, Sangiran tidak hanya dikenal sebagai situs arkeologi penting, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang hidup dan inspiratif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....