IKJ–Museum Sangiran Siapkan Metode Bit Arrangement' sebagai Sarana Edukasi Publik

  • 07 Mar 2026 11:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Institut Kesenian Jakarta (IKJ) melalui Museum Arkeologi Sangiran berencana memasukan metode Bit Arrangement sebagai sarana edukasi bagi pengunjung. Metode ini mempermudah pemahaman tentang penyusunan data dan rekonstruksi temuan arkeologi secara lebih interaktif.

Dosen Film dan Teater IKJ, Sudibyo mengatakan metode tersebut nantinya dapat menghidupkan kembali gambaran manusia purba melalui visualisasi berbasis teknologi. "Karena kita ingin mengetahui bagaimana kehidupannya zaman dulu, dia akan menjadi hidup," katanya saat menghadiri Seminar Ilmiah – Eksibisi Karya: Menghidupkan Fosil Manusia Purba Menggunakan Bit Arrangement di Museum Arkeologi Sangiran, Teater Luwes IKJ, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menambahkan, metode Bit Arrangement membantu proses penyusunan elemen visual secara bertahap. Hingga menghasilkan gambaran manusia purba yang lebih realistis.

Dengan cara tersebut, kata dia, pengunjung tidak hanya melihat fosil. Tetapi juga dapat memahami proses ilmiah di balik rekonstruksi kehidupan manusia pada masa prasejarah.

"Jika hanya menampilkan bentuknya saja, ia seperti robot. Tetapi dengan pendekatan ini, kita bisa melihat bagaimana dari tulang kemudian direkonstruksi menjadi bentuk yang lebih utuh," ucapnya.

Sementara itu, Sutradara Teater, Jose Rizal Manua menyampaikan bahwa teknik ini merupakan metode modern yang akan dimiliki oleh museum di seluruh Indonesia. Ia juga mendorong keterlibatan kreator konten untuk membantu memperkenalkan Sangiran kepada masyarakat luas.

Menurutnya, pendekatan kreatif seperti Bit Arrangement dapat menumbuhkan minat publik, terutama generasi muda. Terutama untuk mengenal situs Sangiran lebih dekat.

Dengan penyajian yang lebih menarik dan ramah bagi semua kalangan, ia optimistis masyarakat akan semakin tertarik mengunjungi museum. Dan memahami nilai sejarah yang dimiliki kawasan tersebut.

"Dengan pendekatan kreatif seperti ini, orang akan semakin tertarik datang ke Sangiran. Mereka bisa memahami bahwa Sangiran merupakan salah satu pusat penting sejarah peradaban manusia yang pernah ada di Indonesia," ujarnya, penuh harap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....