Kemkomdigi Dorong Pemanfaatan AI Keagamaan dengan Keakuratan Data

  • 06 Mar 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificiial Intelligence/AI) untuk menjawab pertanyaan masyarakat seputar keagamaan. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Komdigi (Wamenkomdigi) Nezar Patria dalam peluncuran platform AI Keislaman Aiman-Aisha, di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Wamenkomdigi menuturkan bahwa platform tersebut harus terus dilatih dengan data yang akurat dan terpercaya. Sebab jika tidak diungkapkan Wamenkomdigi Nezar, sistem AI dapat memberikan jawaban bias dan menyesatkan.

"Untuk Aiman dan Aisha ini, kalau data-datanya tidak di-training dengan baik, dapat memberikan hasil yang melenceng dari kaidah agama," kata Nezar dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Wamenkomdigi menuturkan hal itu, sangatlah berisiko tinggi terhadap masyarakat. Dinilainya, pengembang platform tersebut harus melakukan mitigasi risiko dalam mencegah AI menjawab pertanyaan yang sensitif dan kritis.

"Ini bagus, jadi sudah ada semacam penapis risiko untuk pertanyaan yang sensitif dan agak kritis, langsung dia akan menyarankan bertanya kepada Ustaz dan lain-lain," ujarnya.

Nezar mengatakan mitigasi risiko itu, dengan menambahkan saran konsultasi kepada tokoh pemuka agama, untuk mendapatkan jawab yang pasti. Diharapkannya, platform Aiman dan Aisha dapat menjadi sebuah terobosan yang baik dalam pemanfaatan AI di bidang keagamaan.

"Semoga dengan pengembangan-pengembangan yang lebih intens, Aiman dan Aisha dapat menjadi lebih cerdas dan bisa menjawab banyak pertanyaan-pertanyaan kita," kata Wamenkomdigi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....