Astra Hadirkan Pendidikan Vokasi di Desa Terpencil Kupang NTT

  • 23 Feb 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pendidikan vokasi di wilayah pedesaan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fasilitas praktik hingga penguatan kapasitas guru. Kondisi tersebut juga dirasakan di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan kejuruan, Astra International melalui Yayasan Astra. Yaitu, Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim melakukan pendampingan di SMK Negeri 1 Takari.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro mengatakan, pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis. Tetapi berfokus untuk membangun kepercayaan diri dan kemandirian generasi muda.

“Melalui Yayasan Astra–Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim, kami ingin memastikan para guru semakin kuat dalam mendampingi siswa. Serta, membuat para siswa memiliki bekal nyata untuk bekerja maupun berwirausaha,” kata Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro dalam keterangannya yang dikutip, Senin 23 Februari 2026.

SMK Negeri 1 Takari melayani 322 siswa dari berbagai desa di Kabupaten Kupang. Sekitar 80 persen siswa berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana.

Mereka, memilih jalur SMK agar dapat langsung bekerja setelah lulus. Sekolah ini memiliki lima konsentrasi keahlian, yakni kriya kreatif kayu dan rotan, kriya kreatif batik dan tekstil.

Desain pemodelan informasi bangunan, teknik kendaraan ringan, serta teknik pengelasan. Sejak 2021, pendampingan dilakukan secara bertahap, dimulai dari penguatan karakter siswa, literasi dan numerasi bagi 23 guru.

Hingga penguatan teaching factory pada 2023 untuk mendekatkan pembelajaran dengan praktik dunia kerja. Dari program tersebut lahir sejumlah inovasi pembelajaran.

Pada jurusan teknik kendaraan ringan, guru dan siswa mengembangkan alat simulasi sistem penerangan dan sistem starter kendaraan. Inovasi itu kemudian dikembangkan menjadi aplikasi pembelajaran digital bernama Gaspol, memuat materi komponen, simulasi rangkaian, serta kuis praktik.

Aplikasi tersebut telah dimanfaatkan lebih dari 75 siswa. Dampak pendampingan juga terlihat pada lulusan sekolah.

Sejumlah alumni telah bekerja di sektor jasa otomotif maupun membuka usaha mandiri. Bahkan, salah satu lulusan jurusan pengelasan kini mengelola bengkel sendiri dan kembali ke sekolah sebagai penguji praktik.

Selain itu, yayasan juga membuka akses keberlanjutan pendidikan melalui kerja sama dengan Politeknik Astra. Setiap tahun, enam siswa kelas XII berkesempatan mengikuti seleksi beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan.

Pendampingan berkelanjutan ini menjadikan SMK Negeri 1 Takari sebagai salah satu rujukan penguatan pembelajaran berbasis praktik di Kabupaten Kupang. Program tersebut sejalan dengan komitmen Astra untuk mendukung peningkatan kualitas SDM serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....