Danantara Ungkap Investor Utama OpenAI Dorong Pemanfaatan AI di Indonesia
- 22 Feb 2026 03:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Chief Investment Officer, Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengungkapkan, investor utama OpenAI siap menanamkan investasi di Indonesia. Bahkan, kata Pandu, investor tersebut mendorong pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi di berbagai sektor strategis di Indonesia.
“Mereka bilang bagaimana bisa penggunaan OpenAI juga kepada sektor-sektor kita. (AI) untuk meningkatkan efisiensi,” kata Pandu dalam keterangan persnya, di Washington DC, Amerika Serikat, dikutip Minggu, 22 Februari 2026.
Tidak hanya AI, ia mengaku, sektor yang diminati para investor global di Indonesia juga mencakup renewable energy (energi terbarukan). Kemudian, investor global juga berminat di sektor infrastruktur hingga energi transisi.
Pandu menjelaskan, sektor infrastruktur menjadi fokus utama, terutama yang mendukung transformasi ekonomi dan pemerataan pembangunan. Selain itu, sektor kewirausahaan berbasis teknologi juga ikut dilirik.
Sementara, CEO Danantara, Rosan P Roeslani menekankan, kehadiran para petinggi perusahaan menunjukkan keseriusan minat terhadap Indonesia. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menyambut positif antusiasme tersebut.
“Ya, jadi ini sebenarnya bukan hanya diskusi dengan para pengusaha global, tapi sudah pembicaraan lebih lanjut kan. Bapak Presiden juga sangat apresiasi senang karena yang datang ini benar-benar CEO, level CEO atau Presiden-nya langsung,” ucap Rosan di tempat yang sama.
Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto telah bertemu langsung dengan 12 perusahaan investasi terbesar dunia. Tepatnya, dalam sebuah pertemuan di Washington DC, Jumat, 21 Februari 2026.
Pertemuan yang semula dijadwalkan berlangsung satu jam itu, berjalan hampir dua jam karena diskusi berjalan produktif. Rosan Roeslani mengatakan, total aset kelolaan (asset under management/AUM) dari 12 perusahaan mencapai sekitar US$16 triliun.
Dalam pertemuan tersebut, kata Rosan, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan Indonesia ke depan. Khususnya langkah-langkah untuk memperkuat iklim investasi dan menjaga stabilitas ekonomi dan politik.
“Diskusinya tadi cukup panjang, kurang lebih hampir dua jam dari tadinya hanya diperkirakan satu jam. Karena diskusinya 'very fruitful', 'very productive',” ujar Rosan kepada media usai pertemuan.
Setelah paparan Presiden Prabowo, kata Rosan, pertemuan dilanjutkan dengan sesi 'one on one' bersama masing-masing perusahaan. Para investor memberikan masukan, termasuk terkait konsistensi kebijakan, 'rule of law', pengembangan pasar modal, serta pengelolaan risiko terukur.
“Mereka juga menyatakan dan memuji kebijakan-kebijakan Bapak Presiden yang selama ini sudah dilakukan. Membuat mereka sekarang melihat Indonesia itu lebih besar,” ucap Rosan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....