Satelit NASA Rilis Potret Fenomena Aurora Bulan Februari 2026
- 21 Feb 2026 14:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Reykjavík – Pada pertengahan Februari 2026, sebuah badai geomagnetik skala kecil berhasil menciptakan pemandangan cahaya yang memukau di langit utara. NASA berhasil mengabadikan momen ini pada 16 Februari lalu.
Mereka menggunakan satelit Suomi NPP, melalui instrumen VIIRS (Visible Infrared Imaging Radiometer Suite). Dengan teknologi day-night band, satelit tersebut mendeteksi cahaya malam mulai dari spektrum hijau hingga inframerah dekat.
Meski data satelit menampilkan citra dalam skala abu-abu (grayscale), pengamat di darat melaporkan gradasi warna yang luar biasa. Mulai dari hijau dominan hingga semburat ungu dan merah.
Citra satelit pertama menunjukkan pita-pita cahaya yang berkilauan di atas Selat Denmark dan Islandia. Dua jam kemudian, cahaya tersebut bergeser ke barat, menghiasi langit provinsi Québec serta Newfoundland dan Labrador, Kanada.
Pusat Prediksi Cuaca Antariksa NOAA mengonfirmasi, tengah terjadi badai geomagnetik kategori G1 (level terendah) selama periode tersebut. Meskipun kategorinya lemah, badai G1 mampu memicu aurora di wilayah garis lintang tinggi.
Selain itu, badai ini juga menyebabkan fluktuasi ringan pada jaringan listrik dan operasional satelit. Namun, kondisi cuaca antariksa sempat meningkat menjadi G2 di hari yang sama.
Hal ini dipicu oleh lubang korona matahari dan aliran angin surya berkecepatan tinggi. Badai skala ini seringkali mendorong penampakan aurora lebih jauh ke selatan hingga wilayah New York dan Idaho.
Diketahui, fenomena aurora ini bertepatan dengan upaya ilmiah intensif NASA di daratan. Seminggu sebelumnya, misi roket GNEISS (Geophysical Non-Equilibrium Ionospheric System Science) diluncurkan dari Poker Flat Research Range, Alaska.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....