Kura-Kura Raksasa Kembali ke Floreana setelah 150 Tahun, Dibantu Satelit NASA
- 21 Feb 2026 14:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Floreana - Kura-kura raksasa kembali dilepasliarkan di Pulau Floreana, Kepulauan Galápagos untuk pertama kalinya dalam lebih dari 150 tahun. Uniknya, program ini memanfaatkan data satelit milik NASA.
Data satelit ini, dikutip NASA, digunakan untuk menentukan lokasi terbaik yang menyediakan makanan, air, dan habitat bertelur. Upaya ini merupakan kolaborasi Galápagos National Park Directorate dan Galápagos Conservancy.
Tim konservasi melepas 158 kura-kura raksasa di dua lokasi di Floreana, Jumat 20 Februari 2026. Manajer program NASA Earth Action, Keith Gaddis, menyebut proyek ini contoh nyata bagaimana observasi Bumi dari satelit membantu konservasi.
Wakil Presiden Sains dan Konservasi Galápagos Conservancy, James Gibbs, mengatakan momen ini sangat bersejarah. Hal ini karena ilmuwan legendaris Charles Darwin termasuk orang terakhir yang melihat kura-kura tersebut di pulau itu.
Di Pulau Floreana, kura-kura raksasa menghilang pada pertengahan 1800-an. Hal ini akibat perburuan besar-besaran oleh pemburu paus, serta spesies invasif (babi dan tikus) yang memakan telur serta anak kura-kura.
Hilangnya satwa ini pada akhirnya mengubah lanskap pulau. Secara historis, kura-kura berperan membentuk ekosistem dengan merumputi vegetasi, membuka jalur di hutan lebat, dan menyebarkan biji tanaman antarwilayah.
Penelitian sebelumnya menemukan kura-kura tak biasa di Pulau Isabela Island, tepatnya di kawasan Wolf Volcano. Analisis DNA menunjukkan hewan tersebut memiliki garis keturunan Floreana, memicu program untuk dikembalikan ke habitat aslinya.
Selama 60 tahun terakhir, otoritas taman nasional telah membiakkan dan melepas lebih dari 10 ribu kura-kura di seluruh Galápagos. Ini merupakan salah satu proyek rewilding terbesar yang pernah dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....