Godot dibanjiri Kodingan "AI slop"

  • 18 Feb 2026 16:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Godot, open-source game engine, perangkat lunak pengembangan video gim yang mengizinkan siapapun berkontribusi dalam pengembangannya dibanjiri AI slop. Munculnya LLM generative, memaksa pengembang open-source seperti Godot menghadapi banjir kode yang dihasilkan AI dari calon kontributor.

Open-source software adalah perangkat lunak yang kode sumbernya disediakan secara terbuka untuk umum. Mengizinkan siapapun untuk berkontribusi secara bebas tanpa dikenai biaya.

Hal ini dikonfirmasi Rémi Verschelde, salah seorang developer veteran Godot, dalam postingannya di Bluesky. Menurutnya, masalah atas pull request (PR), proses permintaan penggabungan kode, dari “AI slop” semakin melelahkan untuk pengembang.

Ia mengatakan, proses pengembang perangkat lunak yang dibanjiri PR dari kontributor menggunakan AI menambah pekerjaan para developer. Tidak sekadar membangun aplikasi, kini mereka juga dipaksa untuk meninjau hasil kodingan kontributor, apakah buatan manusia atau bukan.

"Kami seringkali harus menelaah ulang setiap PR kode dari kontributor baru, berkali-kali dalam sehari. Deskripsinya sangat panjang dan bertele-tele," kata Verschelde dalam postingannya, Rabu, 18 Februari 2026.

"Apakah kode tersebut setidaknya sebagian ditulis oleh manusia? Apakah 'penulis' memahami kode yang mereka kirim? Apakah mereka sudah mengujinya? Apakah hasil pengujiannya dibuat-buat?” tulisnya, kembali.

Sekalipun pengelola Godot mampu mengidentifikasi kode hasil AI, Verschelde mengatakan, seringkali itu awal dari masalah yang lebih kompleks. "Apakah kode ini salah karena ditulis oleh AI, ataukah itu kesalahan jujur dari kontributor manusia yang kurang berpengalaman?" kata Verschelde.

Masalah kodingan hasil “AI slop” ini juga menjadi bahan pembahasan dalam forum GitHub Community. GitHub merupakan platform berbasis web yang digunakan untuk hosting dan pengelolaan kode sumber menggunakan sistem kontrol versi Git.

Pengelola Github, Camilla Moraes, menyampaikan dalam forum tersebut bahwa telah terjadi masalah kritis terhadap komunitas open-source di GitHub. Hal ini, katanya, terjadi akibat meningkatnya volume kontribusi berkualitas rendah yang menimbulkan tantangan operasional signifikan bagi para pengelola.

“Pengembang menghabiskan waktu yang cukup banyak untuk meninjau kontribusi yang tidak memenuhi standar kualitas proyek karena berbagai alasan. Mereka (kontributor) tidak mengikuti pedoman proyek, sering ditinggalkan segera setelah dikirimkan, dan sering kali dihasilkan oleh AI.”

Sebagai langkah pencegahan, GitHub mengizinkan pengelola untuk membatasi permintaan penarikan ke kolaborator atau menonaktifkannya sepenuhnya. Namun mengingat Github dimiliki Microsoft, muncul beragam pertanyaan terkait hal ini.

Verschelde mengatakan bahwa, pada akhirnya, cara terbaik untuk mendukung proyek seperti Godot untuk mengatasi masalah ini adalah dukungan finansial. “Satu-satunya solusi yang dapat saya pikirkan penambahan pendanaan sehingga kami dapat membayar lebih banyak pengelola untuk menangani ‘slop’," tulisnya di akun bluesky pribadinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....