Privy Ajak Publik Verifikasi Dokumen Digital sebelum Bertindak
- 17 Feb 2026 16:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Perkembangan teknologi digital saat ini, turut menjadi faktor dalam meningkatnya kejahatan di ruang digital. Hal itu disampaikan Chief Executive Officer (CEO) & Founder Privy, Marshall Pribadi, dalam peluncuran inisiatif #CekDuluBaruPercaya, di Jakarta.
Salah satu bentuk kejahatan di ruang digital itu dijelaskannya, yakni penipuan (fraud) yang menggunakan dokumen digital. Sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik (PSrE) yang didukung Kemkomdigi, Marshall menyatakan pentingnya menggencarkan gerakan verfikasi dokumen digital di tengah masyarakat.
"Dokumen bisa terlihat resmi, tetapi belum tentu sah dan dapat diverifikasi. Melalui #CekDuluBaruPercaya, kami ingin mendorong perubahan kebiasaan, dari sekadar melihat lalu percaya, menjadi memeriksa dan memverifikasi sebelum bertindak," kata Marshall saat peluncuran di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Dijelaskannya bahwa verifikasi dokumen digital tersebut dapat dilakukan masyarakat melalui situs privy.id/verifikasi-pdf. Marshall menuturkan dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, pengecekan keaslian dokumen digital dapat dilakukan secara cepat dan mudah.
Sehingga ia meyakini bahwa langkah verifikasi dokumen digital ini, dapat mencegah penipuan digital sebelum risiko terjadi. Dalam hal ini ditekankannya, agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengembalikan kepercayaan dalam pemanfaatan teknologi digital yang positif.
Lebih lanjut diungkapkannya, sejak didirikan pada tahun 2016 hingga saat ini, Privy telah melakukan verifikasi terhadap 138 dokumen. Hal tersebut ditegaskannya mencerminkan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya verifikasi dokumen untuk mencegah pemalsuan.
"Hal ini menggambarkan betapa besarnya risiko kecurangan digital bagi masyarakat. Dengan begitu, Privy akan terus berinovasi dalam memperkuat keamanan dan kenyamanan publik dalam berinteraksi digital dengan identitas yang terverifikasi dan tentunya terjamin keabsahannya," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....