Gelombang Radio, Media Informasi hingga Penyingkap Misteri Semesta
- 13 Feb 2026 09:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Radio Sedunia, yang dikenal sebagai World Radio Day, diperingati setiap 13 Februari. Radio merupakan komunikasi suara melalui gelombang radio dari stasiun penyiaran tunggal ke pendengar.
Namun, radio juga menyimpan rahasia sains yang menjadi kunci pemahaman terhadap alam semesta. Mengutip NASA, gelombang radio menjadi ‘bahasa’ utama yang digunakan para ilmuwan untuk berkomunikasi dengan luar angkasa.
Gelombang ini dapat dibayangkan sebagai sebuah gelombang yang ukurannya sangat bervariasi. Mulai dari sekecil bola, hingga lebih besar dari diameter planet kita sendiri.
Saat menyetel radio ke frekuensi tertentu, alat tersebut menangkap gelombang elektromagnetik dan mengubahnya menjadi getaran mekanis pada speaker. Proses inilah yang menghasilkan gelombang suara sehingga pesan atau musik dapat kita dengar dengan jelas.
Keberadaan gelombang radio berhasil dibuktikan secara ilmiah oleh Heinrich Hertz pada akhir 1880-an. Kemudian, pada 1932, Karl Jansky menemukan bahwa bintang dan objek angkasa lainnya juga memancarkan gelombang radio.
Matahari, Jupiter, hingga Bumi terus-menerus memancarkan gelombang radio akibat perubahan medan magnetnya. NASA secara rutin merekam ‘ledakan’ radio dari korona Matahari yang dipicu oleh pelepasan elektron berkecepatan tinggi.
Karena gelombang radio sangat panjang, para ilmuwan menggunakan alat khusus berupa teleskop radio. Teleskop ini berbentuk piringan raksasa, seringkali dengan lubang-lubang kecil.
Selain itu, gelombang radio mampu menembus awan debu angkasa yang tebal. Hal ini memungkinkan penelitian Quasar, objek paling energik di alam semesta yang cahayanya sering tersembunyi dari teleskop biasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....