Bagaimana Gerhana Matahari Cincin Terbentuk? Ini Penjelasannya
- 11 Feb 2026 15:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Gerhana matahari cincin merupakan salah satu fenomena astronomi yang menarik perhatian banyak orang. Peristiwa ini terjadi ketika Bulan melintas di antara Matahari dan Bumi, namun tidak sepenuhnya menutupi piringan Matahari.
Melansir dari NASA, gerhana matahari hanya dapat terjadi saat fase Bulan baru, ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada posisi hampir segaris. Dalam kondisi ini, bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi dan menutupi cahaya Matahari.
Gerhana matahari cincin memiliki ciri khas tersendiri dibanding jenis gerhana lainnya. Fenomena ini terjadi ketika posisi Bulan berada cukup jauh dari Bumi dalam orbitnya, sehingga ukuran Bulan tampak lebih kecil dibandingkan Matahari.
NASA menjelaskan bahwa orbit Bulan berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna. Akibatnya, jarak Bulan terhadap Bumi selalu berubah.
Saat Bulan berada di titik terjauh atau apogee, ukurannya terlihat lebih kecil di langit. Dalam kondisi tersebut, meskipun Bulan berada tepat di depan Matahari, Bulan tidak mampu menutupi seluruh piringan Matahari.
Akhirnya, bagian tepi Matahari tetap terlihat dan membentuk cahaya melingkar yang menyerupai cincin. Fenomena cahaya melingkar ini dikenal sebagai ring of fire atau cincin api.
Melansir dari Space.com, area di Bumi yang berada tepat di bawah bayangan antumbra Bulan dapat melihat gerhana matahari cincin utuh. Antumbra adalah bagian bayangan Bulan yang menghasilkan tampilan cincin api tersebut.
Perbedaan utama antara gerhana matahari cincin dan gerhana matahari total terletak pada jarak Bulan dari Bumi. Jika Bulan berada lebih dekat atau perigee, ukurannya tampak lebih besar dan dapat menutupi Matahari sepenuhnya, sehingga terjadi gerhana total.
Sebaliknya, saat Bulan berada di jarak terjauh, ukuran piringannya tidak cukup besar untuk menutup Matahari secara penuh. Inilah yang menyebabkan terbentuknya gerhana matahari cincin.
Fenomena ini hanya dapat disaksikan dari wilayah tertentu di Bumi yang dilintasi jalur bayangan antumbra. Karena jalurnya sempit, tidak semua wilayah dapat menikmati pemandangan cincin api secara langsung.
Meski demikian, gerhana matahari cincin tetap menjadi peristiwa langit yang penting untuk diamati. Selain memperkaya pengetahuan astronomi, fenomena ini juga menunjukkan dinamika pergerakan Bulan dan Bumi yang terus berlangsung di tata surya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....