Dukung Kreativitas UMKM, Menkomdigi Buka Akun Canva Pro Gratis
- 10 Feb 2026 11:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), membuka penyediaan 8.000 akun Canva Pro gratis, terhadap talenta kreatif dan pelaku UMKM. Hal itu disampaikan Menteri Komdigi (Menkomdigi), Meutya Hafid di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.
Penyediaan akses gratis tersebut berlangsung dalam acara 'Canva Hangout feat Komdigi: Bikin Ide Digital Makin Nyata'. Menkomdigi mengungkapkan, hal itu sebagai langkah konkret memperkuat keterampilan desain, literasi digital, dan daya saing ekonomi kreatif nasional.
Program tersebut dijelaskannya, merupakan bagian dari kerja sama antara Kemkomdigi dan Canva. Selain mengapresiasi kolaborasi tersebut, Meutya juga turut menegaskan bahwa kerja sama itu masih akan terus dikembangkan ke depan.
"Saya ucapkan selamat atas kerja sama yang kita laksanakan hari ini, ini baru langkah pertama, ke depan akan terus diperluas agar semakin banyak individu dan komunitas yang dapat terlibat dan merasakan manfaatnya," kata Meutya dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Menkomdigi juga turut menyoroti capaian global Canva yang dicatatkan pada tahun 2025, mencapai 1 miliar desain. Menurutnya hal itu menunjukkan potensi besar akan sektor ekonomi kreatif berbasis desain digital, bagi para kreator Indonesia.
“Kami cukup terharu mendengar laporan bahwa dalam tahun 2025 ada 1 miliar desain baru yang lahir dari Canva. Semoga semakin banyak kreator Indonesia yang berkontribusi dari capaian besar tersebut,” ungkapnya.
Dipaparkannya bahwa sektor ekonomi kreatif saat ini, menyumbang sekitar 7–8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Hal itu memiliki nilai kontribusi mencapai kurang lebih Rp1.600 triliun per tahun, serta menyerap lebih dari 50 juta tenaga kerja.
Sementara itu dijelaskan Meutya, ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan nilai mencapai USD 90 miliar pada 2024. Diproyeksikan akan meningkat hingga USD 360 miliar pada 2030, menjadikan Indonesia sebagai pemain utama ekonomi digital di Asia Tenggara.
"Pertumbuhan tersebut didorong oleh e-commerce, layanan keuangan digital, transportasi berbasis aplikasi, serta meningkatnya adopsi teknologi digital oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkontribusi sekitar 60 persen terhadap PDB nasional," imbuh Menkomdigi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....