RRI Perkuat Kerja Sama Penyiaran Indonesia dan Malaysia
- 10 Feb 2026 10:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, menyambut baik kedatangan Wakil Menteri Komunikasi Malaysia, Teo Nie Ching, bersama delegasi Malaysia di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. Kunjungan ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat kerja sama penyiaran antara Indonesia dan Malaysia.
Ia menyampaikan bahwa hubungan RRI dengan media pemerintah Malaysia, khususnya Radio Televisyen Malaysia (RTM), telah terjalin erat melalui berbagai program. Salah satu yang menjadi simbol kuat kerja sama tersebut adalah program ‘Tiga Serumpun’, bersama Brunei Darussalam.
“Hubungan antara RRI dengan media pemerintah malaysia telah terjalin sangat erat di program kolaboratif ‘Tiga Serumpun dan Bermukun’. Program ini bukan sekedar penyebaran konten, tetapi juga simbol harmonisasi budaya dan diplomasi budaya,” ujar Hendrasmo di RRI, Jakarta, Selasa 10 Februari 2026.
Menurutnya, program kolaboratif itu juga menjadi wujud harmonisasi budaya sekaligus diplomasi budaya antara negara serumpun. Ia menegaskan bahwa pada tahun 2026, RRI merasa bangga karena dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan program kerja sama Indonesia, Malaysia dan Brunei.
“Kami (RRI) berkomitmen untuk memberikan yang terbaik. Agar sinergi tersebut terus jadi terus hidup dan memberikan dampak positif bagi kedua negara,” ujarnya.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat semakin mempererat hubungan kekeluargaan antara lembaga penyiaran dan institusi komunikasi kedua negara. Hendrasmo juga menyatakan harapannya agar kerja sama antara RRI dan RTM semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan informasi di kawasan Asia Tenggara.
“Semoga kerjasama antara RRI dan RTM juga seluruh instansi komunikasi di bawah Kementerian Komunikasi Malaysia, semakin mesra, semakin kuat. Serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan informasi Asia Tenggara,” katanya.
Sementara itu, Direktur Program dan Produksi RRI, Mistam, menyoroti pentingnya keberlanjutan program kerja sama yang sudah terjalin sejak lama. Ia mengakui ada sejumlah program kolaborasi yang sempat berjalan bertahun-tahun, namun kemudian terhenti.
Kerjasama ke depan diharapkan tidak hanya bersifat seremonial atau tahunan, melainkan dapat dikembangkan menjadi program rutin bersama. “Pertemuan hari ini semoga bisa kita rajut kembali, program-program yang tidak hanya tahunan tetapi program yang bisa kita lakukan mingguan atau bulanan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pelestarian budaya Melayu melalui media penyiaran. Di tengah perkembangan zaman. promosi budaya tidak cukup hanya melalui siaran radio, tetapi juga harus diperkuat lewat berbagai kanal media sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....