Alasan di Balik Pensiunnya ISS pada Tahun 2030

  • 08 Feb 2026 09:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Washington - Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dinyatakan telah mencapai batas ketahanan strukturnya. NASA mengungkapkan, struktur utama laboratorium raksasa ini memiliki ‘batas usia biologis’ yang tidak bisa ditawar lagi. 

ISS akan melakukan deorbit pada tahun 2030 mendatang, dijatuhkan secara terkendali ke Bumi. Sisa-sisa badan stasiun akan jatuh di area terpencil di tengah samudera.

Jika menilik sejarahnya, ISS mulai dibangun pada tahun 1998 dengan peluncuran modul pertama, Zarya dan Unity. Meskipun komponen canggih ditambahkan, struktur inti dan struktur rangka penyedia daya listrik tetaplah bagian asli dari tahun 90-an.

Para ahli merancang struktur ini untuk masa pakai 30 tahun. Pada tahun 2030, modul Zarya akan mencapai usia 32 tahun di lingkungan luar angkasa yang ekstrem. 

Komponen seperti panel surya atau sistem pendukung kehidupan memang dapat diperbaiki atau diganti. Kendati demikian, struktur utama ISS tidak mungkin diganti secara praktis di orbit.

Stasiun luar angkasa terus-menerus mengalami beban dinamis yang berat. Antara lain tekanan saat pesawat merapat dan lepas landas. 

Selain itu, perubahan suhu ekstrem saat berpindah dari paparan sinar matahari langsung ke bayangan Bumi setiap 90 menit. Seiring waktu, gaya-gaya ini menyebabkan kelelahan pada struktur utama. 

Banyak yang bertanya mengapa ISS tidak dipindahkan ke orbit yang lebih tinggi atau dibongkar. NASA telah mengevaluasi berbagai alternatif, namun semuanya dianggap terlalu berisiko atau tidak layak secara teknis.

Memindahkan struktur sebesar ISS ke orbit ‘kuburan’ yang lebih tinggi membutuhkan energi yang sangat besar. Ini tetap meninggalkan risiko puing di masa depan.

Kemudian, pembongkaran di luar angkasa sangat mahal dan berbahaya bagi astronot. Serta tidak ada fasilitas yang mampu membawa bagian raksasa tersebut kembali ke Bumi secara utuh.

Akhirnya, pihak NASA memutuskan untuk melakukan deorbit terkendali menggunakan kendaraan khusus (U.S. Deorbit Vehicle). Stasiun akan diarahkan untuk terbakar di atmosfer dan sisa fragmennya jatuh di titik terpencil di samudera.

NASA menegaskan bahwa hingga hari terakhirnya di tahun 2030, ISS akan terus beroperasi dengan produktivitas maksimal. Namun, perencanaan deorbit sejak dini adalah bentuk tanggung jawab untuk memastikan deorbit tidak menjadi bencana bagi penduduk Bumi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....