Pakar Ingatkan Indonesia Hindari ‘FOMAI’ dalam Kebijakan AI
- 07 Feb 2026 12:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pakar perilaku pengambil keputusan, Patrick McGinnis, menilai negara berkembang seperti Indonesia perlu menyeimbangkan antusiasme terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI). Dengan kebijakan yang matang dan berjangka panjang.
Hal itu disampaikan di sela World Governments Summit (WGS) 2026 di Dubai, Selasa, 3 Februari 2026.
McGinnis memperkenalkan istilah Fear of Missing Out on AI atau “FOMAI”.
Yakni ketakutan negara tertinggal dalam perlombaan pengembangan AI. Ia menilai tekanan global kerap membuat pemerintah mengambil kebijakan secara tergesa-gesa tanpa kesiapan memadai.
“Negara seperti Indonesia perlu berhati-hati. Agar tidak mengembangkan kebijakan hanya karena ingin bergerak cepat,” ujar Patrick dalam keterangan tertulis dikutip Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menekankan pentingnya membangun tim berkemampuan beragam, berbasis data kuat, serta memahami konteks lokal. Kebijakan, kata dia, harus fleksibel namun tetap memiliki tujuan jelas.
Lebih lanjut, McGinnis menyoroti bias psikologis dalam pengambilan keputusan teknologi. Menurutnya, FOMO sering membuat pemimpin terjebak persepsi yang tidak akurat—baik terlalu optimistis maupun terlalu pesimistis.
“Cara menguranginya adalah memperkecil jarak. Antara persepsi dan realitas dengan data dan perspektif yang beragam,” ucapnya.
Di tengah perubahan dunia kerja akibat AI, ia juga memberi pesan kepada individu agar siap menghadapi ketidakpastian. Kemampuan menggunakan teknologi baru, mencari mentor, serta memahami kapasitas diri dinilai penting untuk bertahan.
“Kuncinya adalah kemampuan beradaptasi,” katanya. Dalam perumusan kebijakan, McGinnis menyarankan pemerintah belajar dari praktik terbaik global.
Namun tetap menyesuaikannya dengan kondisi nasional. Selain itu, komunikasi publik dinilai krusial agar tujuan kebijakan dipahami luas, tidak hanya di tingkat elit.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna memastikan kebijakan inovasi dapat diimplementasikan efektif.
Menutup pernyataannya, McGinnis menyebut FOMO tidak selalu berdampak negatif ketakutan tertinggal bisa menjadi pendorong kesadaran peluang, selama diimbangi kewaspadaan dan perencanaan strategis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....