Menyingkap Misteri, BRIN Lanjutkan Penelitian Situs Gunung Padang

  • 07 Feb 2026 03:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Peneliti Ahli Utama BRIN, Danny Hilman menyampaikan pihaknya masih melakukan penelitian lebih lanjut terkait situs Gunung Padang. Menurutnya, sejumlah bebatuan yang terdapat di Gunung Padang masih menyimpan misteri antara terjadinya proses alam atau modifikasi manusia. 

"Dan kita juga sampai sekarang masih terus mempelajari bebatuan disana. Dan berupaya membedakan antara proses alam dengan modifikasi manusia," katanya dalam diskusi 'Gunung Padang Dalam Perspektif Geologi Dan Geofisika: Dasar Ilmiah Pelestarian Dan Pemugaran Situs' via daring, Jumat malam, 6 Februari 2026.

Sebelumnya, pihaknya pernah melakukan pengeboran Situs Gunung Padang dengan menggunakan metode core drilling. Pengeboran ini dilakukan sejak tahun 2012–2025 yang bertujuan membuktikan bahwa Gunung Padang adalah piramida atau struktur buatan manusia prasejarah. 

Pengeboran dilakukan untuk membuktikan adanya beberapa lapisan struktur (Unit 1-4) hingga kedalaman 30-an meter. Di mana lapisan terdalam (Unit 4) diduga merupakan buatan manusia yang sudah ada sejak 14.000–25.000 tahun SM. 

Alih-alih untuk ingin menjawab semua pertanyaan, namun pihaknya belum menemukan jawaban pasti. "Kenyataannya tidak menutup pertanyaan-pertanyaan, bahkan membawa banyak pertanyaan baru," ujarnya. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan masih belum diketahui seberapa luas dan dalam struktur berlapis yang ada di bawah situs. Bahkan pihaknya pun masih mempertanyakan keberadaan rongga (chamber) di Situs Gunung Padang.  

"Semua temuan ini masih membutuhkan pembuktian ilmiah lebih lanjut. Sekarang ini masih belum benar-benar terbukti," ucapnya, menegaskan. 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat meresmikan dimulainya rekonstruksi Situs Gunung Padang. Peresmian ini menandai komitmen serius Pemda Provinsi Jawa Barat dalam melestarikan cagar budaya bersejarah tersebut.

"Negara bertanggung jawab penuh terhadap berbagai rekonstruksi peninggalan sejarah. Biaya harus tersedia, kalaupun tidak tersedia harus disediakan," ucapnya saat ditemui wartawan usai melakukan Kick Off Pemugaran Situs Cagar Budaya Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Senin, 15 Desember 2025 lalu. 

Menurutnya, rekonstruksi ini merupakan perwujudan nyata dari mimpi panjang untuk melestarikan Gunung Padang. Bukan sekadar cerita yang terus diulang setiap pergantian kepemimpinan.

Ia menyatakan Pemda Jawa Barat harus siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan kabupaten dalam merekonstruksi situs ini. Sinergi APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten Cianjur dinilai mampu mewujudkan pelestarian ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....