PT DSI Bangun PLTS Atap di IMIP, Dorong Transisi Energi Industri

  • 24 Jan 2026 22:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Perusahaan di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui efisiensi sumber daya dan transisi energi. PT IMIP mendorong pemanfaatan energi terbarukan melalui tenant kawasan industri mineral terintegrasi tersebut.

Salah satu inisiatif dilakukan PT Dexin Steel Indonesia (DSI) dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya atap. Pengembangan PLTS Atap menjadi bagian strategi IMIP memperluas penggunaan energi bersih dan berkelanjutan.

Inisiatif ini merespons meningkatnya kebutuhan energi sekaligus kebijakan pemerintah menekan emisi karbon. PT DSI mengadopsi PLTS atap berbasis tenaga surya terdistribusi tanpa membuka lahan baru.

“Dengan memanfaatkan atap fasilitas industri, kami mengoptimalkan ruang sekaligus meminimalkan dampak lingkungan,” kata Perwakilan Manajemen PT DSI, Cui Bao Yong, Sabtu, 24 januari 2026.

Pendekatan berbasis atap dipilih untuk efisiensi ruang, percepatan pembangunan, dan pengurangan kehilangan energi transmisi. Pengembangan PLTS dilakukan setelah persetujuan PT IMIP sebagai pengelola kawasan industri.

Dukungan teknis diberikan Departemen Land Planning and Infrastructure, terutama pada aspek kelistrikan. Proyek PLTS dikerjakan Longyuan Weide, mitra PT DSI di bidang energi terbarukan.

PLTS Atap PT DSI memiliki kapasitas terpasang 65,89 MWp dengan 119.800 panel surya monokristalin. Panel surya dipasang di area atap seluas sekitar 396.700 meter persegi.

Sistem dilengkapi penyimpanan energi 22 MW/22 MWh untuk menjaga stabilitas pasokan listrik. Cui Bao Yong menyebut progres PLTS 18 MW telah mencapai 80 persen.

Sementara perluasan 47,89 MW masih dalam tahap perencanaan dan negosiasi jaringan listrik. Listrik PLTS digunakan untuk operasional pabrik dan perkantoran PT DSI.

“Apabila terjadi kelebihan produksi, energi dapat disalurkan ke jaringan kawasan industri,” ujar Cui Bao Yong.

PLTS PT DSI berpotensi menurunkan emisi karbon lebih dari 81 ribu ton per tahun. Proyek 18 MW diperkirakan menekan emisi karbon 14.250 hingga 17.500 ton per tahun.

Pemanfaatan PLTS juga mengurangi konsumsi batu bara serta emisi nitrogen dan sulfur dioksida. Pengembangan PLTS mendukung strategi efisiensi energi, pengendalian biaya, dan peningkatan kinerja ESG perusahaan.

IMIP menegaskan komitmen mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060. “Kami memandang energi terbarukan sebagai investasi jangka panjang bagi ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ucap Cui Bao Yong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....