Pengamatan Komet 3I/ATLAS untuk Pahami Asal-usul Air Bumi

  • 30 Okt 2025 20:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Muhammad Rayhan, Edukator Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta, menilai pengamatan komet ‘3I/ATLAS’ sangat penting untuk penelitian di Indonesia. Ia menilai, objek ini memberikan kesempatan mempelajari unsur dan orbit benda luar tata surya yang jarang terjadi.

Rayhan menjelaskan, komet antar bintang membawa unsur air yang sangat relevan untuk memahami asal-usul air di Bumi. Menurutnya, pengamatan ini membuka peluang mempelajari unsur kimia yang mungkin berbeda dari yang ada di tata surya.

"Pengamatan dan penelitian komet ini selalu penting. Karena dianggap komet ini merupakan benda yang membawa unsur air yang ada di Bumi kita,” ujarnya di Jakarta, Kamis (30/10/2025).

Rayhan menekankan pengamatan komet ini meningkatkan kolaborasi internasional, karena objek hanya terlihat beberapa jam dari Indonesia. Kerja sama global memungkinkan pengamatan simultan di berbagai lokasi untuk mendapatkan data lengkap dan akurat.

Ketua Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) Muhammad Rezky menambahkan, saat ini astronom Indonesia masih menunggu komet tersebut muncul kembali. Namun pengamatan sebelumnya membantu melatih program kalkulasi orbit dan kemampuan memprediksi pergerakan objek antarbintang.

“Objek (ini) kan bukan yang tergantung dari matahari, karena matahari hanya membelokkan, makanya bukan yang dia dipengaruhi setiap saat. Sehingga akan membantu para astronom untuk memperbaiki atau misalkan menghaluskan sistem kalkulasi untuk objek-objek yang di tata surya,”ucapnya.

Rezky menjelaskan, komet adalah bintang berekor yang ekornya terbentuk akibat penguapan air dari permukaannya. Pengamatan komet saat mendekati atau baru melewati Matahari memungkinkan para astronom mempelajari uap yang muncul dan memperkirakan jenis cairan air di dalamnya.

Ia menambahkan, hal ini berdampak pada penelitian asal-usul air di Bumi dan tata surya. Objek yang bukan berasal dari tata surya memungkinkan astronom membandingkan dengan komet lain di sistem bintang berbeda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....