Mengapa Bulan Tampak Merah Saat Gerhana? Ketahui Penjelesannya

  • 07 Sep 2025 22:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

‎‎KBRN, Jakarta: Ketua Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), Muhammad Rezky, menjelaskan fenomena gerhana bulan total atau blood moon. Menurutnya, warna merah bulan dipengaruhi cahaya matahari yang dibelokkan oleh adanya atmosfer bumi.

‎Rezky menyebut, cahaya matahari tidak menembus bumi secara langsung, tetapi melewati atmosfer terlebih dahulu. Gas-gas yang ada di atmosfer menghamburkan cahaya, terutama warna biru yang kemudian tersaring.

‎“Warna merah muncul karena cahaya biru lebih dulu terhamburkan oleh partikel atmosfer. Sisa cahaya kemerahan akhirnya mengenai permukaan bulan,” ujarnya dalam gelar bicara di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (7/9/2025).

‎Ia menambahkan, proses ini membuat bulan tampak jingga hingga merah darah saat fase totalitas. Fenomena ini sekaligus menunjukkan peran atmosfer dalam membiaskan cahaya dari matahari.

‎“Bloodmoon menjadi bukti nyata interaksi antara cahaya matahari dengan atmosfer bumi. Hasilnya bisa dinikmati langsung dengan mata biasa,” ucapnya.

‎Rezky menegaskan, penjelasan ilmiah itu penting agar masyarakat tidak terjebak mitos. Ia menambahkan, fenomena ini murni peristiwa astronomi yang dapat dipelajari secara ilmiah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....