STIFIn: Memahami Potensi Diri Melalui Otak Anda

  • 05 Jun 2025 22:17 WIB
  •  Tahuna

KBRN,Tahuna : Sebuah terobosan baru dalam pemetaan potensi diri hadir. STIFIn memanfaatkan neurosains, psikologi, dan biometrik untuk mengungkap bakat. Sistem ini hasil riset Farid Poniman, korelasikan kerja otak dan genetika. Sidik jari menjadi kunci utama, merekam informasi unik setiap individu.

Viktor Takarasel S.M, Promotor STIFIn, Kamis (5/6/2025) kepada rri.co.id menjelaskan esensinya. STIFIn adalah akronim Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, Instinct. Konsep ini berakar pada teori Carl Gustav Jung yang disempurnakan. Pendekatan Kecerdasan Tunggal (Single Layered Intelligence) menjadi fondasi utamanya.

"Setiap individu memiliki satu dominasi kecerdasan sebagai landasan. Kecerdasan dominan ini memengaruhi cara berpikir, merasa, dan bertindak kita. Ia juga membentuk bagaimana individu itu menyerap dan mengolah informasi. Pemahaman ini membuka pintu pengembangan diri lebih personal," kata Viktor Takarasel

Promotor STIFIn Menjelaskan Kepada Calon Keluarga STIFIn (Foto: Dokumentasi/Promotor STIFIn)

Penentuan tipe kecerdasan STIFIn menggunakan pemindaian sidik jari. Sidik jari merepresentasikan struktur otak dan jaringan saraf. Pola sidik jari terbentuk sejak janin, sekitar minggu ke-13 kehamilan. Pola ini permanen, mencerminkan preferensi neurologis seseorang secara akurat.

Secara teoritis, STIFIn bersandar pada dominasi belahan otak. Hemisfer kiri atau kanan menentukan gaya berpikir logis-intuitif. Lapisan otak tertinggi yang aktif juga berperan penting. Ketiganya memengaruhi reaksi naluriah, emosional, atau rasional individu.

"STIFIn adalah kunci personalisasi pengembangan diri yang efektif," ujar Viktor Takarasel Promotor STIFIn.

STIFIn membantu individu mengenali gaya belajar optimalnya. Ini juga panduan memilih jalur pendidikan dan karier yang tepat. Pendekatan ini membuat pengembangan diri lebih terarah.(JulGaf)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....