Energi Terbarukan dan Masa Depan Berkelanjutan Indonesia

  • 21 Mei 2025 12:37 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan global yang semakin nyata. Kenaikan suhu rata-rata yang terjadi di bumi, mencairnya es yang berada di kutub, dan cuaca ekstrem seperti banjir serta kekeringan adalah dampak yang sedang dirasakan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Salah satu penyebab utama dari perubahan iklim yaitu emisi gas rumah kaca, emisi gas rumah kaca yang sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Dalam menghadapi tantangan seperti ini, transisi ke energi terbarukan menjadi solusi krusial untuk menurunkan emisi dan menciptakan sistem energi yang lebih ramah lingkungan.

Energi Terbarukan yaitu energi yang asal sumbernya dari sumber daya alam yang bisa diperbarui secara alami. Energi terbarukan seperti cahaya matahari, angin, air, biomassa, serta panas bumi. Energi terbarukan tidak seperti bahan bakar fosil karena tidak menghasilkan emisi karbon dalam jumlah yang besar ketika digunakan, sehingga penggunaan energi terbarukan merupakan langkah yang sangat ideal untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Menurut data yang dihimpun dari Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), sektor energi merupakan sektor yang menjadi kontributor terbesar dalam emisi karbon global. Oleh sebab itu, mengganti bahan bakar fosil yang digunakan dengan energi terbarukan maka secara signifikan bisa menekan laju pemanasan global yang terjadi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwasanya potensi energi terbarukan yang ada di Indonesia mencapai lebih dari 3.600 GW tapi yang baru dimanfaatkan sekitar 12,5 GW hingga 2023 (ESDM, 2023).

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Data yang dihimpun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa intensitas banjir, tanah longsor, dan kekeringan meningkat dalam satu dekade terakhir. Selain itu, naiknya permukaan laut dapat mengancam banyak wilayah pesisir di Indonesia, termasuk Jakarta, Semarang dan beberapa pulau kecil (BNPB, 2024).

Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. Pemerintah Indonesia juga menargetkan bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. Untuk mencapai hal ini, maka berbagai kebijakan telah diluncurkan, seperti PerPres No. 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik (Presiden.go.id). Energi terbarukan bukan hanya jawaban atas krisis iklim, tetapi juga pintu menuju kemandirian energi nasional. Dengan komitmen yang kuat, kebijakan yang mendukung, serta kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Indonesia dapat mempercepat transisi menuju masa depan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....