Perubahan Iklim Picu Pemutihan Karang di Perairan Indonesia
- 19 Mar 2025 14:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Fenomena coral bleaching atau pemutihan karang semakin meluas di perairan Indonesia akibat perubahan iklim. Koordinator Bidang Informasi Perubahan Iklim BMKG, Kadarsah, mengungkapkan bahwa fenomena ini menjadi ancaman serius bagi keanekaragaman hayati laut.
"Perubahan iklim akan menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati. Ini harus kita cegah," ujar Kadarsah, Rabu (19/3/2025).
Ia menambahkan bahwa saat ini, coral bleaching telah terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia, seperti di Bali dan Bunaken. Coral bleaching terjadi ketika karang mengalami stres lingkungan, terutama akibat kenaikan suhu air laut.
Stres ini menyebabkan karang mengeluarkan zooxanthellae, alga mikroskopis yang hidup dalam jaringan karang. Alga ini berperan penting dalam memberikan warna serta energi bagi karang melalui fotosintesis, tanpa zooxanthellae, karang menjadi pucat atau putih dan lebih rentan terhadap penyakit serta kematian.
Kadarsah menjelaskan bahwa ada beberapa faktor utama yang menyebabkan coral bleaching. Di antaranya peningkatan suhu laut akibat perubahan iklim dan pemanasan global, peningkatan keasaman laut akibat penyerapan karbon dioksida (CO₂) oleh lautan, hingga polusi laut terutama dari limbah industri, pertanian, dan sampah plastik.
Sedimentasi berlebihan akibat deforestasi dan aktivitas konstruksi yang meningkatkan endapan di laut. Perubahan salinitas dan paparan sinar matahari berlebih akibat cuaca ekstrem.
Menurut BMKG, jika suhu air laut kembali normal dalam waktu singkat, karang masih memiliki kesempatan untuk pulih. Namun, jika stres berlangsung lama, koloni karang bisa mati, yang akan berdampak buruk pada ekosistem laut dan kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada terumbu karang.
Kadarsah menekankan pentingnya upaya mitigasi dan adaptasi untuk mencegah dampak lebih lanjut dari perubahan iklim. "Kita harus mengambil langkah nyata untuk mengurangi emisi karbon dan menjaga lingkungan laut agar ekosistem tetap lestari," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....