Kepala BRIN Optimis Indonesia Mampu Mengembangkan Potensi Nuklir
- 27 Feb 2025 13:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko menjamin Indonesia mampu mengembangkan energi nuklir. Seperti, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
"Kalau kita bicara PLTN sebagai PLTN komersial. Itu tentu kita harus memakai kontraktor yang sudah tersertifikasi, tidak harus membangun sendiri," kata Tri. Hal itu dikatakan dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Kamis (27/2/2025).
Menurutnya, dalam pembangunan PLTN tersebut maka Indonesia dapat memanfaatkan kontaktor yang telah memiliki tenaga ahli. Seperti tenaga ahli yang berstandar.
"Ini karena PLTN itu pembangunannya ketat secara global. Sehingga, tidak terjadi kekhawatiran," ujarnya.
Meski demikian, saat ini Indonesia tertinggal dalam pemanfaatan energi nuklir. Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara yang mengembangkan energi nuklir sejak tahun 1958.
"Ini karena penerimaan masyarakat yang masih sulit untuk pemanfaatannya. Hanya itu saja, kalau untuk tenaga ahli sama sekali tidak ada kendala," ujarnya.
Tri menyampaikan energi nuklir ini tidak hanya untuk PLTN namun digunakan untuk kepentingan yang lain, di mana masyarakat telah bersentuhan langsung dengan energi nuklir ini. "Seperti untuk medis, industri dan sebagainya," katanya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyebut bahwa nuklir bukan hanya diperuntukkan untuk senjata. Melainkan juga bisa dimanfaatkan untuk kesehatan, pertanian, hingga energi terbarukan.
Seperti dikutip Antara News, Selasa (25/2/2025), Presiden Prabowo Subianto mengatakan, bahwa pemanfaatan nuklir bukan hanya untuk senjata. Namun ternyata nuklir bisa dimanfaatkan untuk kesehatan, nuklir untuk benih-benih padi, terutama nuklir untuk energi.
“Ternyata, energi terbarukan, energi paling bersih di antaranya adalah nuklir. Walaupun kita diberi karunia energi yang luar biasa lainnya, seperti cadangan energi geothermal terbesar di dunia," ucap Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....