Mendiktisaintek Beberkan Paradigma Baru Kebijakan Dukung Asta Cita

  • 04 Jan 2025 10:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menyampaikan paradigma baru kebijakan pendidikan tinggi dalam mendukung Asta Cita. Di antaranya, 8 program hasil terbaik cepat, 17 program prioritas, dan tantangan strategis bangsa Indonesia.

Menurutnya, pendidikan tinggi harus berdampak kepada pembangunan nasional. Oleh karena itu, Kemdiktisaintek terus berupaya memaksimalkan dukungan sains dan teknologi.

“Kami ingin memastikan Kementerian kami ini mampu menjadikan pendidikan tinggi sebagai agen pembangunan ekonomi. Sehingga pendidikan tinggi mampu memberikan pada masyarakat kita suatu dampak yang lebih baik ke depan,” kata Satryo dalam acara Taklimat Media Arah dan Kebijakan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Jakarta, Jumat (3/1/2025).

Baca juga: Kemendiktisainstek Buat Program Prioritas Pembangunan Ekonomi Nasional

Ia mengatakan, pada Asta Cita, Kemdiktisaintek mengambil peran pada nomor 2. Yakni tentang memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa.

Kemudian di nomor 4 tentang pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan. Ada pula di nomor 5 tentang hilirisasi dan industrialisasi.

Kemdiktisaintek, menurutnya, juga berperan mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah, dan nasional. Hal ini demi mewujudkan fondasi Indonesia Emas 2045 melalui kontribusi 8 program hasil terbaik cepat.

Baca juga: Mendiktisaintek Dorong Industri Sains dan Teknologi Semakin Produktif

Selain itu, Kemdiktisaintek berusaha membangun sekolah-sekolah unggul terintegrasi di provinsi. Sekaligus memperbaiki sekolah-sekolah yang perlu renovasi.

Adapun dalam 17 program prioritas, Kemdiktisaintek berperan dalam membangun bangsa dan negara. Hal ini untuk mencapai swasembada pangan, energi, dan air, penguatan pendidikan, sains dan teknologi, serta digitalisasi.

Selain itu, menurutnya juga terkait penguatan kesetaraan gender dan perlindungan hak perempuan, anak, serta penyandang disabilitas. "Kemdiktisaintek berperan dalam pelestarian lingkungan hidup serta melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi berbasiskan Sumber Daya Alam (SDA) dan maritim," ujarnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....