Zellige: Mozaik Geometris yang Bertahan Sejak Abad 10

  • 07 Des 2024 21:23 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Seni zellige merupakan salah satu seni tradisional yang menunjukkan kreativitas para pengrajinnya. Dikutip dari laman zellige.info, seni zellige lahir di Maroko pada abad ke-10, dan awalnya zellige menggunakan warna putih dan coklat untuk meniru mosaik Romawi.

Meskipun bangsa Romawi telah lama meninggalkan wilayah tersebut, pengaruh mereka tetap terasa kuat dalam seni dan budaya lokal. Seiring berjalannya waktu, seni zellige terus berkembang dan diperkaya berkat kontribusi berbagai dinasti yang berkuasa di Maroko dan Andalusia (bagian selatan Spanyol yang saat itu berada di bawah dominasi bangsa Moor).

Dinasti-dinasti seperti Almoravid dari gurun pasir, Almohad dari Pegunungan Atlas, dan pada abad ke-14, Marinids—sebuah kelompok Berber nomaden—memberikan warna dan nuansa baru pada seni ini.

Selama empat abad pertukaran budaya yang kaya ini, ilmu pengetahuan dan seni berkembang pesat di dunia Islam. Arsitektur di kawasan ini menggunakan zellige sebagai elemen utama dalam berbagai bangunan, seperti istana, makam, air mancur, teras hingga pemandian umum.

Pada periode ini, warna-warna yang digunakan pun semakin beragam. Selain warna putih dan coklat, biru, hijau, dan kuning mulai mendominasi karya zellige. Warna merah baru ditambahkan pada abad ke-17, memberikan dimensi baru pada keindahan mosaik keramik ini.

Jika ingin melihat contoh zellige yang menakjubkan, beberapa tempat bersejarah di Maroko dan Spanyol menyimpan karya seni ini dengan sangat baik.

1. Istana Alhambra di Granada, Spanyol (abad ke-14) merupakan salah satu contoh terbaik, di mana zellige menghiasi dinding dan langit-langitnya dengan pola-pola geometris yang mempesona.

2. Di Maroko, Medersa el-Attarine di Fes (abad ke-14) dan air mancur Nejjarine di kota yang sama menunjukkan keindahan zellige pada detail-detail arsitektur yang sangat khas.

3. Makam Moulay Ismail di Meknes (1700) serta Medersa Ben Youssef di Marrakesh (abad ke-16) juga menyuguhkan keajaiban mosaik keramik ini.

4. Kasbah Telouet (abad ke-19) menjadi contoh lainnya yang memukau dengan dekorasi zellige yang elegan.

Seni zellige tidak hanya berhenti di masa lalu. Tradisi ini masih hidup hingga kini, salah satunya terlihat pada peresmian Masjid Hassan II di Casablanca pada tahun 1993, yang menampilkan karya zellige dalam skala besar sebagai bagian dari keindahan arsitektur masjid modern.

Zellige hingga kini tetap menjadi simbol dari warisan budaya yang kaya dan berakar dalam sejarah panjang dunia Islam, menunjukkan bagaimana seni dapat bertahan dan terus berkembang seiring zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....