Pelangi Bukti Indah Bagaimana Hukum Fisika Bekerja

  • 26 Nov 2024 13:07 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Surakarta : Ada hal yang menarik dan dinanti-nanti setelah hujan panas turun, yaitu munculnya pelangi di sisi yang berlawanan dengan posisi matahari saat hujan panas terjadi. Mengapa pelangi hampir selalu muncul setelah hujan panas reda? Pelangi ini adalah bukti indah bagaimana hukum fisika bekerja, menggabungkan cahaya, air, dan sudut pandang untuk menciptakan fenomena alam yang memukau

Menurut Buku 'Light and Color in the Outdoors', Marcel Minnaert sang penulis menuliskan tentang fenomena optik di alam termasuk pelangi dari perspektif ilmiah. Ia menjelaskan bahwa pelangi adalah salah satu fenomena optik dan meteorologi yang terjadi ketika cahaya matahari berinteraksi dengan tetesan air di atmosfer, yang menghasilkan spektrum warna yang tampak sebagai busur melingkar di langit.

Pelangi terbentuk karena pembiasan saat cahaya matahari memasuki atau melewati tetesan air, dan terjadilah pembelokkan atau pembiasan karena perubahan medium dari udara ke air. Proses ini akan memisahkan cahaya putih menjadi spektrum warna yang terdiri dari warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Setelah pembiasan pertama, cahaya dipantulkan di dalam tetesan air yang dinamakan refleksi internal. Setelah itu terjadilah pembiasan kedua dan cahaya akan keluar dari tetesan setelah pembiasan kedua serta menghasilkan efek spektrum warna. Warna pelangi ini diatur berdasarkan panjang gelombang cahaya dimana warna menjadi warna merah terpanjang dan berada di bagian luar busur, sementara warna ungu adalah warna terpendek yang berada di bagian dalam.

Beberapa jenis pelangi yang bisa dikenali adalah Pelangi Primer. Pelangi yang paling umum bisa terlihat dengan gradasi warna persis dengan penjelasan Minnaert. Kemudian ada Pelangi Sekunder yang kadang- terlihat lebih redup daripada pelangi primer. Pelangi ini muncul dengan gradasi warna terbalik, dengan ungu di luar dan merah di dalam yang karena cahaya mengalami dua refleksi internal dalam tetesan air.

Selanjutnya adalah Pelangi Kembar yang terdiri dari dua busur pelangi primer yang berdekatan, tetapi dengan jarak dan orientasi yang sedikit berbeda. Ada juga yang disebut Pelangi Supranumerer yang memiliki garis tambahan warna di dekat bagian dalam busur primer yang disebabkan oleh interferensi cahaya. Ada lagi pelangi yang hanya terlihat dari ketinggian, seperti dari pesawat yang disebut Pelangi Lingkaran Penuh. Pelangi ini kalau dari daratan akan terlihat hanya setengah lingkaran ( seperti Pelangi Primer) karena cakrawala memotong pandangan.

Masih menurut Minnaert ada fakta menarik dari pelangi ini yaitu pelangi tidak memiliki lokasi tetap karena posisi pelangi bergantung pada posisi matahari, pengamat, dan tetesan air. Tidak ada dua orang yang melihat pelangi yang sama, karena sudut pantulan cahaya berbeda-beda untuk setiap pengamat. 'Sudut pelangi' utama adalah sekitar 42 derajat dari arah bayangan kepala pengamat. Pelangi ini adalah bukti indah bagaimana hukum fisika bekerja, menggabungkan cahaya, air, dan sudut pandang untuk menciptakan fenomena alam yang memukau. (Wiwik Martani)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....