Petasol, Bahan Bakar Solar dari Sampah Plastik
- 24 Okt 2024 19:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Isu sampah menjadi salah satu tantangan dalam menghadapi pertumbuhan jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Tantangan besar yang dihadapi dalam pengelolaan sampah tidak saja terkait dengan volume dan jenis, tetapi juga karakteristik sampah yang makin beragam.
Dari fakta itu diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pun bersama Baperlitbang Kabupaten Banjarnegara dan Bank Sampah Banjarnegara (BSB), berkolaborasi mengembangkan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar yang diberi nama Petasol.
Produk bahan bakar Petasol yang dihasilkan dari pirolisis sampah plastik telah diuji. Dan, memenuhi standar bahan bakar setara minyak solar.
Inovasi ini menggunakan teknologi Fast Pyrolysis (Faspol) yang terbukti efektif dalam mengubah sampah plastik menjadi sumber energi terbarukan. Hal ini menunjukkan potensi besar untuk mengatasi masalah sampah plastik, sekaligus menyediakan energi terbarukan yang berkelanjutan.
Pengembangan dan pendampingan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar berlangsung di Banjarnegara, Jawa Tengah, yang memiliki luas 106.970,997 hektare, dengan jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa. Dengan kondisi ini, Banjarnegara berpotensi menghadapi masalah dalam pengelolaan sampah yang makin besar, seiring dengan peningkatan aktivitas dari jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Pada 12 Oktober 2024, dilakukan kunjungan ke Bank Sampah Banjarnegara untuk memantau progres penelitian. Kegiatan ini dihadiri Kepala Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup (SPBPDH) BRIN, Rektor Universitas Jenderal Soedirman, serta berbagai pihak terkait lainnya.
Teknologi Faspol yang dikembangkan BRIN berhasil mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar dengan kualitas yang setara dengan minyak solar. Riset ini juga menghasilkan berbagai paten, termasuk untuk mesin pirolisis dan katalisnya, serta hak cipta untuk dataset Life Cycle Inventory.
Capaian ini diungkapkan Nugroho Adi Sasongko, selaku Kepala PR SPBPDH. Menurutnya, kolaborasi ini telah menghasilkan beberapa paten dan hak cipta yang mendukung inovasi dalam pengolahan sampah.
“Dari kerja sama ini, kami telah berhasil mendaftarkan paten untuk mesin pirolisis dan katalisnya. Sedangkan hak cipta untuk dataset Life Cycle Inventory produksi bahan bakar cair dari sampah plastik,” ujar Sasongko dalam sambutannya.
Namun, keberhasilan riset ini tidak hanya terbatas pada aspek teknologi. Hal ini diungkapkan Kepala Baperlitbang Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo.
"Hasil riset ini sangat bermanfaat bagi peningkatan ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Masyarakat mulai terbiasa untuk memilah sampah, dan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar ini juga mendukung sektor pertanian," ia menjelaskan.
Dengan keberhasilan ini, Bank Sampah Banjarnegara sebagai inovator mesin pirolisis perlu merencanakan langkah selanjutnya untuk mengembangkan teknologi ini ke arah industrialisasi. Teknologi Faspol kini telah memasuki tahap komersialisasi dan terdaftar dalam e-katalog LKPP, membuka peluang untuk direplikasi di wilayah lain dan pengembangan lebih lanjut.
Inisiatif pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar di Kabupaten Banjarnegara merupakan contoh nyata kolaborasi antara penelitian dan masyarakat dapat menghasilkan solusi inovatif untuk masalah lingkungan. Dengan dukungan yang tepat, teknologi ini tidak hanya akan membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan alternatif energi yang berkelanjutan.(nas/edt.aj, ed:mfs)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....