Kenapa Paus Sering Terdampar di Indonesia?

  • 30 Sep 2024 08:33 WIB
  •  Bogor

KBRN,Bogor: Beberapa pekan lalu, 50 paus pemandu sirip pendek terdampar di pesisir Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Sayangnya, ini bukan kejadian baru di Indonesia. Dalam periode 1995-2021, Whale Stranding Indonesia mencatat 568 insiden hewan terdampar, termasuk 26 spesies paus dan lumba-lumba, dengan paus pemandu sirip pendek menjadi salah satu yang paling sering terdampar.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan ada dua faktor utama penyebab terdamparnya paus: faktor alamiah dan faktor manusia.

1.Faktor Alamiah: Penyakit atau usia tua membuat paus rentan terdampar. Selain itu, fenomena seperti Badai Matahari dapat menyebabkan gangguan elektromagnetik yang mengganggu sistem navigasi paus.

2.Faktor Manusia: Penggunaan sonar bawah laut, pencemaran yang menurunkan kualitas air, dan meningkatnya sampah laut, terutama plastik, turut berkontribusi pada masalah ini.

Putu Liza Kusuma Mustika, peneliti mamalia laut dari James Cook University, Australia, menjelaskan bahwa paus dan lumba-lumba menghadapi berbagai ancaman, seperti:

-Gangguan habitat dari wisata insitu.

-Kegiatan perikanan yang berisiko menjebak mamalia laut.

-Jalur perkapalan yang menyebabkan tabrakan.

-Perburuan, seperti yang masih terjadi di Lamalera, NTT.

-Polusi suara dari aktivitas militer dan migas.

Jika menemukan paus terdampar, penting untuk mengendalikan kerumunan agar tidak mengganggu proses penyelamatan. Penggunaan police line dan peran pemimpin komunitas sangat dibutuhkan. Masyarakat juga bisa membantu dengan membasahi kulit hewan terdampar, asalkan tidak mengganggu lubang nafasnya.

Pentingnya penanganan yang tepat untuk mamalia laut yang terdampar dan pengurangan ancaman terhadap kelestarian mereka. Dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, kita bisa membantu melindungi hewan-hewan luar biasa ini.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....