Memulai Investasi Saham bagi Pemula

  • 09 Sep 2024 02:09 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Dewasa ini dengan semakin menjamurnya aplikasi trading menjadi salah satu faktor pendorong naiknya investor saham di Indonesia. Investor dari berbagai kalangan profesi mulai dari usia muda hingga senior mencoba peruntungannya pada instrumen ini.

Keuntungan yang tinggi dalam waktu yang relatif singkat juga menjadi faktor daya Tarik. Namun, dalam istilah ekonomi selalu ada kalimat “high risk high return”, begitu juga pada investasi saham.

Oleh karena itu, alangkah lebih baik sebelum memilih saham sebagai instrumen investasi, cari tahu terlebih dahulu seluk beluknya.

Beberapa tips untuk pemula yang ingin berinvestasi di instrumen saham:

1. Pelajari saham terlebih dahulu

Jangan ragu untuk belajar. Pelajari terlebih dahulu jenis, risiko, dan return dari instrumen investasi sebelum melangkah lebih jauh lagi. Pahami ilmu dasar mengenai investasi saham serta istilah-istilah teknis yang mungkin akan sering muncul. Anda bisa mencari tahu dari buku, media sosial, atau video-video di internet untuk memperluas pengetahuan. Anda juga bisa berdiskusi bersama komunitas atau orang yang sudah lebih berpengalaman.

2. Pilih perusahaan sekuritas

Saat ini sudah banyak perusahaan sekuritas untuk membantu kegiatan jual beli saham. Setiap perusahaan mempunyai kebijakannya masing-masing dalam menentukan biaya transaksinya. Namun, bukan sekedar biaya yang menjadi pertimbangan. Pelayanan yang akan diperoleh juga patut dipertimbangkan. Pastikan menggunakan aplikasi yang diawasi OJK dan memiliki rekam jejak yang baik.

3. Gunakan uang dingin

Trading saham walaupun memiliki return yang tinggi tapi juga memiliki risiko yang tinggi pula. Salah satu prinsip money management adalah berinvestasi hanya dengan menggunakan uang dingin. Artinya uang yang digunakan untuk berinvestasi tidak akan mengganggu anggaran kebutuhan pokok atau pos prioritas yang lainnya. Hindari juga menggunakan hutang. Jika kamu sudah menyiapkannya, mulailah secara bertahap. Gunakan modal yang kecil terlebih dahulu.

4. Membuat perencanaan trading

Perencanaan perdagangan saham sangat penting bagi para trader dalam melakukan jual beli saham di Bursa Efek. Rencana trading itu meliputi beberapa hal seperti daftar saham untuk trading, titik entry (kapan harus membeli), titik exit (kapan harus menjual), serta titik cut loss (sampai batas mana ketika harga saham turun untuk kemudian dijual).

5. Investasikan dana pada perusahaan yang tepat

Jangan malas untuk mencari informasi tentang saham yang akan kamu beli. Bagaimana kualitas sahamnya, track record perusahaan, laporan keuangannya, dan berbagai aspek lainnya. Dalam bursa efek (BEI) terdapat indeks saham yang berguna sebagai ukuran statistik perubahan gerak saham yang dikelompokkan dengan kriteria tertentu.

6. Pelajari analisis saham

Semakin hari kamu akan semakin terbiasa dengan pergerakan nilai saham yang naik turun. Namun, trading saham bukan tentang intuisi belaka melainkan harus didasari oleh analisis yang mendalam. Nilai saham suatu perusahaan bisa diprediksi dengan mempelajarinya. Caranya adalah dengan mempelajari laporan keuangan atau portofolio perusahaannya selama beberapa tahun terakhir, mengikuti perkembangan perusahaan melalui berita dan informasi terbaru.

7. Realistis dan tidak emosi ketika berinvestasi

Selalu realistis dalam melakukan investasi. Kita harus sadar jika tidak ada yang instan dalam sebuah proses. Butuh waktu dan usaha untuk bisa mencapai tujuan yang diidamkan. Jangan pernah berekspektasi untuk mendapat keuntungan besar dalam waktu singkat. (dina/ros/atang)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....