Pilot Susi Air Akhirnya Dibebaskan KKB Papua
- 21 Sep 2024 12:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kelompok Krimimal Bersenjata (KKB) Papua akhirnya membebaskan Pilot asal Selandia Baru, Phillip Mark Mehrtens,. Pria itu telah disandera selama 19 bulan oleh KKB Papua, sebagaimana dilansir dari Associated Press News.
Peristiwa penculikan terjadi ketika para pemberontak menyerbu pesawat bermesin tunggal di landasan kecil di Paro, membawa Mehrtens ke wilayah terpencil. Kasus ini menarik perhatian internasional dan menjadi simbol perjuangan separatis di Papua.
Mehrtens bekerja untuk perusahaan penerbangan Indonesia, Susi Air. Ia diserahkan kepada Satgas Damai Cartenz, pasukan keamanan gabungan yang dibentuk pemerintah Indonesia untuk menangani kelompok separatis di Papua.
Juru bicara Satgas Damai Cartenz, Bayu Suseno, mengkonfirmasi Mehrtens dijemput dalam kondisi sehat. Ia langsung diterbangkan ke Timika untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.
Mehrtens diculik pada 7 Februari 2023 oleh pejuang kemerdekaan Papua yang dipimpin oleh Egianus Kogoya. Kogoya merupakan komandan regional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sayap bersenjata dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Kogoya sebelumnya menyatakan Mehrtens tidak akan dibebaskan kecuali Indonesia mengizinkan Papua menjadi negara berdaulat. Setelah ditahan selama lebih dari setahun, kelompok pemberontak akhirnya setuju untuk membebaskan Mehrtens.
Sebuah proposal pembebasan yang diajukan pada hari, Selasa (18/9/2024), mencantumkan beberapa syarat, termasuk keterlibatan media dalam proses pembebasan. Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, mengonfirmasi pembebasan Mehrtens setelah 592 hari dalam penyanderaan.
Peters menyatakan Mehrtens selamat dan telah berbicara dengan keluarganya. Peters menyatakan kabar tersebut membawa rasa lega bagi keluarga dan teman-teman Mehrtens.
Pemerintah Selandia Baru, bersama badan pemerintahan lainnya, telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mengamankan pembebasan Mehrtens. Peters juga menyampaikan pemerintah Selandia Baru memberikan dukungan penuh kepada keluarga Mehrtens selama penyanderaan.
Ia meminta media untuk menghormati privasi keluarga tersebut, mengingat beban emosional yang telah mereka hadapi selama 19,5 bulan terakhir. Peters juga memuji media Selandia Baru atas kerja sama dan kehati-hatian dalam melaporkan kasus ini.
Pembebasan Mehrtens dianggap sebagai kemenangan diplomatik bagi Selandia Baru. Namun juga menyoroti tantangan yang masih terus dihadapi pemerintah Indonesia dalam mengatasi konflik di Papua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....