Taktik Kamala Harris Dinilai Cerdas Dalam Debat Capres

  • 12 Sep 2024 07:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pemerhati Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia (UI), Suzie Sudarman mengatakan, Kamala Haris tampil baik dalam Debat Capres Amerika Serikat. Taktik yang digunakan Harris dinilai cerdas dalam mengatisipasi 'serangan' atau 'jebakan' dari lawannya, yaitu Donald Trump.

Dikatakannya, Kamala Harris, sebagai mantan Jaksa Agung California, berpengalaman dalam perdebatan. Ia melakukan antisipasi "Curve Ball" (pertanyaan/pernyataan menjebak) yang biasa dilakukan oleh Donald Trump.

Sementara Harris juga menyiapkan "Rabbit Hole" (jebakan pertanyaan/pernyataan) untuk Trump. "Karena Donald Trump tidak pernah membayangkan lawannya adalah perempuan yang pernah menjadi jaksa yang memang ahlinya dalam mengumpulkan bukti-bukti (di persidangan)," katanya dalam Pro3 RRI, Rabu (11/9/2024).

Suzie mengatakan, terlihat Trump kewalahan menghadapi taktik Harris. Yang seharusnya Trump yang melemparkan curve ball, namun yang terjadi Trump malah masuk ke dalam rabbit hole yang disiapkan Harris.

"Harris menaklukan Trump dengan cara-cara yang manis," katanya. Ia menjelaskan, keunggulan Trump adalah dari segi pemilihan bahasa.

Trump dianggap berbahasa "kampung" (membumi), pemilihan isu "receh" yang dimengerti dan diikuti oleh banyak orang. "Trump bisa berbicara soal baccon, pasar, dan lain sebagainya tetapi kebijakannya kurang dijelaskan," ucapnya.

Lebih lanjut, Suzie menjelaskan, target suara yang dibidik oleh Trump (MAGA) adalah kebanyakan yang tidak bersekolah (berpendidikan rendah) dan orang biasa. Sedangkan Harris lebih membidik suara dari kalangan terpelajar dan modern.

"Tantangan Harris adalah bagaimana menaklukkan suara kaum laki-laki. Karena secara sosiologi, sebuah kapitalisme murni itu sifatnya adalah patriarki," katanya.

Menurut hasil jajak pendapat dari SSRS dan CNN, sekitar 44 persen responden menilai Harris lebih menguasai debat selama 90 menit tersebut. Dibandingkan dengan 40 persen yang menganggap Donald Trump, capres dari Partai Republik, lebih menguasai.

Hasil ini menunjukkan pergeseran signifikan dibandingkan dengan polling sebelum debat, dimana 43 persen responden menganggap Trump lebih memahami masalah mereka. Sedangkan 39 persen merasa Harris lebih paham.

Namun, dalam isu ekonomi, Trump masih mendapatkan keunggulan yang signifikan. Sebanyak 55 persen responden memberikan Trump keunggulan 20 poin atas Harris dalam hal ekonomi.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....