Yuddy Chrisnandi Luncurkan Buku Sejarah Hubungan RI-Ukraina

  • 27 Jun 2024 06:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Guru Besar Universitas Nasional, Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi meluncurkan buku ke-17-nya pada Selasa (25/6/2024). Duta Besar RI untuk Ukraina periode 2017-2021 tersebut menulis buku bersama Akademisi Universitas Nasional, Dr. Safrizal Rambe, dengan harapan agar hubungan bilateral Indonesia-Ukraina terus terjalin dengan baik.

"Dalam melihat suatu persoalan internasional, kita memiliki standar tersendiri. Pada dasarnya, legalitas kita akan membela ketika negeri kita diganggu oleh negara lain, sehingga perdamaian dunia sangat penting saat ini," ujarnya.

Buku yang berjudul "Garuda & Trisula: Hubungan Indonesia-Ukraina 1946-2022" menggambarkan hubungan bilateral Indonesia-Ukraina. Akar hubungan kedua negara sudah terjalin sejak Februari 1946, ketika perwakilan Republik Sosialis Soviet Ukraina mendukung kemerdekaan Indonesia di Sidang Dewan Keamanan PBB.

Saat itu, Indonesia tengah berjuang mendapatkan dukungan internasional melawan agresi militer Belanda. Sementara, Indonesia memberikan pengakuan atas kemerdekaan Ukraina pada 24 Agustus 1991, dan pembukaan hubungan diplomatik kedua negara ditandatangani pada 11 Juni 1992.

Sejak saat itu, hubungan diplomatik berlangsung hangat dan terus terjaga. Hingga tahun 2022, Indonesia mengambil peran dalam upaya internasional memediasi perang Ukraina-Rusia.

"Di tengah minimnya referensi yang mengkaji hubungan bilateral Indonesia-Ukraina, buku ini bisa menjadi referensi sejarah hubungan diplomatik Indonesia-Ukraina," ucap Yuddy.

Rektor Universitas Nasional, Dr. El Amry Bermawi Putera, MA menyampaikan bahwa Yuddy adalah Guru Besar Unas yang berdedikasi tinggi sebagai akademisi. "Saya gambarkan, Prof. Yuddy adalah pribadi yang hangat dan multitalenta. Saya menyambut baik peluncuran buku ini, semoga menjadi inspirasi bagi dosen untuk terus berkarya sehingga bisa meluncurkan buku juga," kata El Amry dalam sambutannya.

Sementara itu, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin merasa terhormat dan tersentuh atas peluncuran buku tersebut. "Acara ini sangat menyentuh saya. Prof. Yuddy berhasil menulis buku yang berkaitan dengan hubungan diplomatik Indonesia-Ukraina," ujarnya.

Ke depannya, ia berharap akan ada banyak buku lainnya tentang Ukraina. Terutama dari segi keilmuan, travel, hingga bidang aktivisme.

Di dalam buku tersebut juga dibahas misi memediasi perang Ukraina-Rusia pada 29 Juni 2022, ketika Presiden Indonesia, Joko Widodo, bertolak ke Ukraina untuk membawa misi perdamaian. Satu tahun kemudian, di sela-sela KTT G7 di Hiroshima pada 21 Mei 2023, Jokowi dan Presiden Volodymyr Zelensky kembali bertemu untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Sementara, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon menilai hubungan Ukraina-Indonesia menjadi salah satu topik diskusi yang menarik. Khususnya dalam konteks misi perdamaian dunia melalui diplomasi negara dalam jalur parlemen.

"Seperti saat ini yang terjadi adalah konflik antara Israel dan Palestina, isu tersebut sangat kompleks dan semakin sulit untuk mencapai perdamaian global. Perang Ukraina-Rusia yang saat itu terjadi juga menjadi perhatian penuh, karena kedua negara adalah sahabat baik Republik Indonesia," kata Fadli Zon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....