Peace20 Cetak Rekor Buku Perdamaian Tertebal di Dunia

  • 02 Nov 2022 07:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Gianyar: Organisasi perdamaian nonprofit, Visions of Peace Initiative (VOP) menggelar Peace International Summit yang acara puncaknya diadakan pada pada 1-2 November 2022 di Ubud, Bali. Chairwoman Peace20, Princess Cheryl Halpern mengatakan, Peace20 International Summit berhasil membuat rekor dunia buku tertebal dengan pesan perdamaian.

Dijelaskan Princess Cheryl, kegiatan ini rangkaian awal kegiatan ini sudah dimulai sejak 21 September 2022. Tepat dengan peringatan Hari Perdamaian Sedunia.

Sebanyak 25.555 orang dari 53 negara telah berpartisipasi secara langsung maupun daring baik, lewat forum-forum diskusi, lomba-lomba seni dengan tema perdamaian dan pengumpulan tanda tangan untuk rekor dunia "Buku Tertebal di Dunia dengan Pesan Perdamaian".

"Dari Indonesia untuk dunia. Untuk selanjutnya tongkat estafet akan kari serahkan kepada India sebagai Presiden G20 berikutnya," terang Cheryil.

Ketua Peace20, KPAA Prince Dr. Damien Dematra menambahkan, pertemuan Peace20 ini digelar dalam rangka mendukung Presidensi Indonesia di G20.

"Tokoh-tokoh nasional dan internasional telah memberikan dukungan langsung untuk inisiatif perdamaian ini lewat KTT Perdamaian atau Peace International Summit, di antaranya Menko Polhukam Mahfud MD, Mendagri Tito Karnavian, dan Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi," jelasnya.

Menurut Chairwoman Peace20, Cheryl Halpern, Peace20 percaya akan pentingnya 'golden rule' dan secara aktif menyebarkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Yakni bahwa kita berbeda tapi satu menjadi bagian tak terpisahkan dari Peace20 dalam misinya menyebarkan perdamaian, toleransi dan keberagaman.

Melihat kondisi dunia yang terancam dengan perang nuklir, Peace20 menyerukan kepada pemimpin-pemimpin dunia yang akan hadir pada KTT ke-17 G20 agar dapat menahan diri.

"Di bawah kepemimpinan Presidensi Indonesia diharapkan G20 dapat mengambil inisiatif berani untuk mencegah perang tersebut. Ini menyelamatkan dunia dari ancaman perang seperti saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Rusia dan Ukraina beberapa waktu lalu," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....