RI Sebut Serangan Israel di Rafah Puncak Kejahatan Kemanusiaan
- 08 Mei 2024 01:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan darat militer Israel serta pengusiran paksa warga Palestina di Perbatasan Rafah. Serangan brutal Israel ini disebut sebagai puncak kejahatan terhadap kemanusiaan.
Hal ini disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI melalui akun X (Twitter), Selasa (7/5/2024). Kemenlu RI mengatakan, setiap upaya pemindahan paksa atau pengusiran warga Palestina dari Rafah, tidak dapat diterima.
"Indonesia menegaskan kembali seruan untuk segera mewujudkan gencatan senjata permanen di Gaza. Serta, menghapuskan semua hambatan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan," kata pernyataan tersebut.
Diketahui, militer Israel mulai menduduki Rafah, kota Selatan di Jalur Gaza, Palestina, pada Selasa (7/5/2024) pagi. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan, pihaknya berhasil mengambil kendali sebagian wilayah perbatasan Palestina dengan Mesir tersebut.
Komunitas internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, diminta segera menghentikan kejahatan brutal Israel. Sekaligus mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar.
Operasi militer ini diketahui berlangsung setelah Israel bersikukuh akan tetap melancarkan invasi darat ke Rafah. Meskipun rencana itu di tentang oleh komunitas internasional, termasuk sekutu dekatnya sendiri, Amerika Serikat.
"Kami memiliki pasukan khusus yang memindai perbatasan. Itu yang akan terjadi dalam beberapa jam ke depan," ujar pernyataan IDF.
IDF menyebut pihaknya sudah memulai operasi di Rafah sejak Senin 6/5/2024) malam di sebuah area khusus yang berlokasi di Timur wilayah tersebut. Area Timur Rafah selama ini menjadi tempat evakuasi warga Palestina dan organisasi internasional.
Tank-tank Israel dilaporkan mulai merangsek masuk ke Rafah. Menurut pejabat keamanan Palestina dan Mesir, tank-tank tersebut telah mencapai 200 meter wilayah Rafah yang berbatasan dengan Mesir.
Pengerahan tank-tank ini mau tak mau memaksa perbatasan Rafah ditutup total. Juru bicara Otoritas Umum Perbatasan dan Penyeberangan, Wael Abu Omar, mengatakan kepada CNN bahwa pengiriman bantuan ke Jalur Gaza terpaksa dihentikan buntut penutupan perbatasan.
"Pergerakan orang dan masuknya bantuan ke Jalur Gaza telah berhenti sepenuhnya," kata Omar, seperti dikutip CNN. Serbuan tank ini terjadi usai kelompok Hamas menyatakan setuju terhadap proposal gencatan senjata usulan Qatar dan Mesir.
Namun, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menilai proposal tersebut "jauh dari persyaratan Israel". Israel menyebut akan tetap melanjutkan operasi militer di Rafah dengan alasan untuk menekan Hamas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....